Kapolda Sumut Whisnu: Utamakan Keselamatan Warga, Polisi Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi, Pengaturan Lalu Lintas, dan Koordinasi Lintas Instansi di Langkat

0
22

Langkat, LINI NEWS – Sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat dilanda bencana alam sejak Senin malam hingga Rabu (26/11/2025). Hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa jeda memicu bangunan rubuh, banjir meluas, serta pohon tumbang di berbagai kecamatan. Merespons situasi tersebut, Polres Langkat bersama Polsek jajaran melakukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi guna meminimalisir risiko korban jiwa dan menjaga stabilitas arus lalu lintas.

Bangunan Peninggalan Belanda Rubuh di Babalan

Di Kecamatan Babalan, satu bangunan tua peninggalan era kolonial yang dijadikan gudang ikan milik agen bernama Ipin rubuh bertahap pada Rabu pagi.

Sekitar Pukul 06.00 WIB, bagian depan ambruk.

Disusul bagian samping yang roboh total pukul 07.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir Rp60 juta.

Polsek Pangkalan Brandan langsung melakukan pengecekan, pemasangan garis polisi, serta koordinasi dengan PT PLN untuk memutus arus listrik karena kabel-kabel terkena reruntuhan. Polisi juga menggandeng Koramil 13 dan perangkat kelurahan untuk memastikan area steril dari warga.

Banjir Meluas di Pangkalan Susu, Warga Dievakuasi

Hujan deras membuat Sungai Siur meluap, menjadikan Desa Sei Siur sebagai wilayah paling terdampak.

Ketinggian air mencapai 60 cm.

Arus lalu lintas terganggu.

Di Dusun I Batu Tangkul, 10 rumah dievakuasi.

Di Kelurahan Beras Basah dan Bukit Jengkol, air mencapai 1 meter.

Personel gabungan dari Polsek Pangkalan Susu, Pos AL, Koramil 15, Pertamina, dan warga bekerja serentak mengevakuasi penduduk, terutama lansia dan anak-anak. Sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik.

Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh di Sei Lepan

Di Kecamatan Sei Lepan, empat pohon akasia dan satu tiang listrik tumbang di tiga titik berbeda, memicu kemacetan.
Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Amrizal Hasibuan turun langsung memimpin pembersihan menggunakan Chainsaw bersama Personel Marinir, PLN, dan Masyarakat.

Tidak ada korban jiwa, namun arus lalu lintas masih tersendat karena hujan belum mereda.

Padang Tualang Terendam, 266 Rumah Terdampak

Banjir melanda beberapa desa di Padang Tualang, dengan Desa Buluh Telang sebagai wilayah paling parah:

266 rumah tergenang

Disusul Desa Serapuh ABC dan Kwala Pesilam

Polsek Padang Tualang mengoordinasikan peninjauan bersama camat dan kepala desa, sekaligus mengimbau warga untuk mengungsi ke titik aman.

Banjir 30 CM di Depan Tol Brandan Barat

Di Kecamatan Brandan Barat, genangan setinggi 30 cm muncul di depan pintu Tol Pangkalan Brandan. Kendaraan masih dapat melintas, namun Polsek Pangkalan Brandan melakukan pengaturan ketat untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan.

Arahan Tegas Kapolda Sumut Whisnu : Keselamatan Warga Diutamakan

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Langkat telah diinstruksikan untuk sigap, responsif, dan hadir di tengah masyarakat.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Personel sudah kami arahkan untuk bergerak cepat melakukan evakuasi, pengamanan lokasi berbahaya, dan pengaturan lalu lintas di titik banjir,” tegas Kombes Pol Ferry.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat dengan TNI, Pemda, PLN, dan BPBD.

Terkait Penanganan Bencana

“Di tengah derasnya hujan, ketegasan langkah menjadi cahaya keselamatan.”

“Bencana menguji alam, tetapi kepedulian menguji kemanusiaan.”

“Ketika air naik, solidaritas harus ikut naik.”

“Evakuasi bukan sekadar tugas, tetapi panggilan untuk menjaga nyawa.”

“Kerja cepat menyelamatkan, kerja bersama menguatkan.”

“Polisi hadir bukan hanya mengatur jalan, tapi menuntun harapan.”

“Cuaca bisa tak bersahabat, namun kepedulian tak boleh padam.”

Pemantauan Berkelanjutan

Polres Langkat terus memonitor seluruh kecamatan terdampak dan menyampaikan laporan situasi secara berkala. Polda Sumut mengimbau masyarakat untuk:

Menghindari jalur banjir berarus kuat

Tidak mendekati bangunan tua yang berpotensi ambruk

Segera melapor ke polisi atau aparat desa jika membutuhkan evakuasi
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini