Sri Rezeki Ukir Sejarah, Perempuan Pertama dalam Puluhan Tahun Duduki Kursi Wakil Ketua DPRD Medan

0
4

Medan, LINI NEWS – Nama Sri Rezeki menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai calon pengganti Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Penetapan ini menjadi momentum bersejarah, karena Sri Rezeki tercatat sebagai satu-satunya perempuan dalam puluhan tahun terakhir yang dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPRD Medan.

Keputusan pergantian ini mengemuka setelah Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan menetapkan agenda rapat paripurna pada Senin, 27 April 2026 Pukul 12.00 WIB, dengan agenda pengumuman pemberhentian Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala serta penetapan calon pengganti dari Fraksi PKS untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Sri Rezeki, yang saat ini bertugas di Komisi III DPRD Medan, dipercaya menggantikan Rajudin Sagala berdasarkan penetapan internal PKS Kota Medan.

Pergantian ini tidak sekadar rotasi jabatan, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan representasi perempuan di parlemen daerah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Zulham Effendy, membenarkan pergantian tersebut. Menurutnya, keputusan ini merupakan langkah penyegaran di tubuh DPRD Medan, mengingat Rajudin Sagala telah menjabat sebagai Wakil Ketua selama dua periode.

“Benar, yang menggantikan adalah Ibu Sri Rezeki,” ujar Zulham Effendy

Penunjukan Sri Rezeki dinilai menjadi simbol penting terbukanya ruang kepemimpinan perempuan di lembaga legislatif, sekaligus membawa harapan baru terhadap warna kepemimpinan yang lebih inklusif, aspiratif, dan responsif terhadap kepentingan masyarakat.

Pergantian ini juga menjadi babak baru perjalanan politik DPRD Medan, karena estafet kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang pergantian figur, tetapi juga tentang pembaruan semangat, perspektif, dan komitmen pelayanan publik.

Kepemimpinan Sri Rezeki sebagai
perempuan bukan saja pelengkap demokrasi, melainkan penguat arah perubahan.

Sri Rezeki hadir membuktikan bahwa amanah besar lahir dari dedikasi panjang.

Jabatan adalah kepercayaan, dan kepercayaan menuntut keteladanan.

Perubahan besar sering dimulai dari keberanian memberi ruang bagi wajah baru kepemimpinan.

Ketika perempuan tampil memimpin, demokrasi menemukan keseimbangannya.

Sri Rezeki bukan sekadar pengganti, tetapi simbol regenerasi dan harapan baru.

Sejarah tercipta bukan karena menunggu kesempatan, tetapi karena siap ketika amanah datang.
Dengan penetapan ini, publik kini menantikan paripurna DPRD Medan yang diproyeksikan menjadi momentum resmi lahirnya sejarah baru bagi kepemimpinan perempuan melalui figur Sri Rezeki.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini