Tapanuli Utara, LINI NEWS – Polres Taput Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani 27 Titik Bencana di Tapanuli Utara. Polres Tapanuli Utara bersama unsur TNI, BPBD, PUPR, Dishub, tenaga medis, dan BKO Brimob Polda Sumut terus bekerja tanpa henti menangani bencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara sejak dua hari terakhir. Hingga Rabu pagi pukul 10.30 WIB, tercatat 27 titik bencana berupa banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa seluruh personel bergerak cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan masyarakat. Senin, 25 November 2025.
Situasi Banjir: 10 Titik Terdampak, 98 Rumah Terendam
Sebanyak 10 titik banjir teridentifikasi di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung.
- Ketinggian air: 70 cm – 4 meter
- Rumah terdampak: lebih dari 98 unit
- Lahan pertanian: puluhan hektare gagal panen
- Korban jiwa: nihil
Sejumlah akses jalan juga terputus, termasuk:
– Desa Siraja Oloan
– Desa Hutauruk
– Ruas Aek Siansimun–Siandorandor
Longsor di 16 Titik: Jalinsum Tarutung–Sibolga Terdampak Berat
Curah hujan berintensitas tinggi memicu 16 titik longsor, terutama pada Jalinsum Tarutung–Sibolga dan Kecamatan Parmonangan.
Dampak korban:
- 1 warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka kepala dan dirawat intensif.
- 4 warga lainnya terluka akibat rumah tertimpa longsor di Desa Sitolu Ompu.
Sejumlah ruas jalan nasional sempat tertutup total, namun alat berat telah dikerahkan sejak dini hari untuk membuka jalur.

Pohon Tumbang: Arus Lalu Lintas Sempat Macet
Di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, satu pohon tumbang menutup seluruh badan jalan. Personel gabungan segera mengevakuasi batang pohon sehingga arus lalu lintas kembali normal.
168 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Kemanusiaan
Kekuatan gabungan yang turun ke lapangan:
- 90 personel Polres Taput
- 16 personel BKO Brimob
- 20 personel TNI
- 7 petugas PUPR
- 15 personel BPBD
- 10 petugas Dishub
- 10 tenaga kesehatan
Operasi sempat dihentikan Selasa malam akibat hujan deras, angin kencang, dan minim pencahayaan. Rabu pagi, seluruh tim kembali melakukan evakuasi, membuka akses, dan menanggulangi titik-titik rawan.
Beberapa personel tetap bertahan di lokasi pengungsian warga, terutama di Kecamatan Adiankoting dan Pahae Jae.
Amanat Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas Utama
AKBP Ernis Sitinjak menegaskan bahwa penanganan dilakukan terpadu dan berkelanjutan.
“Fokus kami adalah keselamatan masyarakat. Seluruh personel bekerja maksimal membuka akses, mengevakuasi warga, dan memastikan setiap titik bencana dimonitor ketat. Meski cuaca ekstrem, kami pastikan semua langkah berjalan aman dan terukur,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan Apresiasi Kinerja Tim Gabungan
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Polres Taput.
“Kapolda Sumut memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak responsif. Polres Taput telah bekerja maksimal membuka akses, menolong warga, dan menjaga stabilitas situasi di lapangan,” ujarnya.
Warga juga diminta tetap waspada menghadapi cuaca yang belum stabil.
Peningkatan Patroli dan Pembukaan Posko Informasi
Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, Polres Taput meningkatkan:
- Patroli siaga bencana
- Respon cepat
- Pembukaan posko layanan informasi dan bantuan
Langkah ini diambil agar masyarakat mudah mendapatkan pertolongan saat situasi darurat terjadi.
Untuk Warga Terdampak Bencana dan Personel Penyelamat
“Di tengah tanah yang runtuh, kepedulian adalah fondasi yang tetap berdiri tegak.”
“Ketika rumah roboh oleh banjir, harapan harus tetap dibangun kembali dalam hati yang kokoh.”
“Para petugas mungkin lelah, tetapi kemanusiaan yang mereka bawa tidak pernah padam.”
“Bencana merenggut banyak hal, tetapi tidak bisa merenggut keberanian warga untuk bangkit.”
“Longsor menutup jalan, namun tidak bisa menutup doa yang mengalir kepada Tuhan.”
“Dalam gelapnya malam bencana, persaudaraan adalah cahaya pertama yang hadir.”
“Ketika alam menguji, manusia belajar arti sejati dari pengorbanan dan keteguhan.”
“Tuhan dekat kepada mereka yang terjatuh; dari reruntuhan Ia menumbuhkan kekuatan baru.”
“Saat sirene penyelamat berbunyi, harapan warga ikut bangkit mengalahkan ketakutan.”
“Bencana mungkin melukai tubuh, tetapi solidaritas menyembuhkan jiwa-jiwa yang rapuh.”
(Nurlince Hutabarat)




