Wali Kota Medan Rico Waas Tegaskan Sinergi Eksekutif–Legislatif sebagai Nadi Pembangunan Kota: Reses DPRD Jadi Kompas Arah Kesejahteraan Rakyat

0
37

Medan, LINI NEWS – Di tengah denyut pembangunan dan tantangan kebencanaan yang kian kompleks, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan nadi kehidupan pembangunan kota yang harus terus berdenyut demi masa depan Medan yang bertuah, inklusif, maju, dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Laporan Pelaksanaan Reses IV Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (19/1/2026).

Sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, didampingi para Wakil Ketua DPRD, serta dihadiri seluruh anggota dewan dan jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Sinergi sebagai Pilar, Data sebagai Kompas

Dalam pidatonya, Rico Waas menekankan bahwa pembangunan Kota Medan harus bertumpu pada kerja kolektif lintas sektor serta transformasi tata kelola berbasis Medan Satu Data.

“Sinergi adalah jembatan emas yang menghubungkan cita-cita rakyat dengan kebijakan pemerintah,” ujar Rico Waas, dengan nada tegas namun penuh optimisme.
Ia meyakini, hanya dengan kemitraan yang kokoh antara eksekutif dan legislatif, visi besar pembangunan kota dapat diwujudkan secara berkeadilan dan berkelanjutan.

Reses DPRD: Suara Rakyat yang Menjadi Arah Kebijakan

Rico Waas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan reses DPRD Medan. Menurutnya, hasil reses bukan sekadar laporan administratif, melainkan cermin jujur kebutuhan rakyat yang harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.

“Reses adalah kompas nurani pembangunan, tempat suara warga berubah menjadi arah kebijakan,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh perangkat daerah untuk tidak memandang aspirasi masyarakat sebagai catatan pinggir, melainkan sebagai peta jalan pembangunan Kota Medan.

Fungsi Strategis DPRD: Merajut Negara dengan Rakyat

Wali Kota Medan menilai reses sebagai ruang komunikasi dua arah yang memperkuat rajutan antara pemerintah dan masyarakat.

“Anggota DPRD adalah jembatan yang menjahit negara dengan rakyat, agar tak ada suara yang terjatuh di jurang kebijakan,” tuturnya dengan penuh makna.

Menurutnya, pengabdian para legislator melalui reses merupakan wujud nyata tanggung jawab moral dan politik dalam menjawab denyut persoalan masyarakat di tingkat akar rumput.

Refleksi Bencana: Dari Luka Menjadi Kekuatan

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menyinggung musibah bencana yang sempat melanda sebagian wilayah Kota Medan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran kolektif untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

“Dari luka, kita belajar berdiri lebih tegak; dari musibah, kita membangun ketangguhan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam bingkai nilai

“Medan untuk Semua dan Semua untuk Medan.”

Pidato Pembangunan Rico Waas

Dalam rangkaian pidatonya, tersirat pesan harapan yang menjadi spirit pembangunan Kota Medan:

Sinergi adalah jembatan emas menuju kesejahteraan.

Reses adalah kompas nurani kebijakan publik.

Data adalah cahaya yang menerangi lorong pembangunan.

Kebersamaan adalah benteng kota dari segala bencana.

Aspirasi rakyat adalah mahkota demokrasi.

Pengabdian adalah napas panjang pelayanan publik.

Medan maju lahir dari hati yang bersatu, bukan sekadar tangan yang bekerja.

Komitmen untuk Medan yang Berdaulat dan Berkeadilan

Di akhir sambutannya, Rico Waas menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD Kota Medan atas pelaksanaan reses yang dinilainya sebagai fondasi moral pembangunan daerah.

“Ketika eksekutif dan legislatif melangkah seirama, maka masa depan Medan tidak sekadar dibangun, tetapi dimuliakan,” pungkasnya.

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi obor pembangunan, menerangi jalan Kota Medan menuju kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini