Medan, LINI NEWS – Di bawah palu sidang yang sarat makna, Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan denyut nurani demokrasi yang membawa suara rakyat dari lorong-lorong kampung hingga ke meja kebijakan.
Pernyataan itu mengemuka dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Laporan Pelaksanaan Reses IV Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (19/1/2026).
Sidang dipimpin langsung oleh Wong Chun Sen, didampingi para Wakil Ketua DPRD, serta dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, seluruh anggota DPRD, dan jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Reses: Jembatan Emas Antara Rakyat dan Kebijakan
Dalam pengantarnya, Wong Chun Sen menekankan bahwa reses merupakan ruang strategis bagi DPRD untuk memastikan setiap kebijakan daerah berpijak pada realitas sosial masyarakat.
“Reses adalah jembatan emas yang menghubungkan harapan rakyat dengan keputusan negara,” tegas Wong Chun Sen.
Menurutnya, tanpa mendengar langsung suara masyarakat, pembangunan hanya akan menjadi menara kebijakan yang menjulang tinggi namun rapuh di akarnya.
Sinergi sebagai Fondasi Pembangunan Kota
Wong Chun Sen juga menyoroti pentingnya kemitraan yang harmonis antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai, hubungan yang kuat antara DPRD dan Pemerintah Kota Medan akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Ketika legislatif dan eksekutif melangkah seirama, maka kota ini tidak hanya dibangun, tetapi dimanusiakan,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Oesa Wong Chun Sen:
Suara Rakyat, Jiwa Demokrasi
Dalam rangkaian pernyataannya, tersirat tujuh mutiara kata Wong Chun Sen yang menjadi spirit pengabdian DPRD Kota Medan:
Demokrasi hidup dari suara rakyat, bukan dari sunyi ruang sidang.
Reses adalah jantung yang memompa harapan warga ke dalam kebijakan.
Keadilan tumbuh dari keberanian mendengar yang paling lemah.
Kebijakan tanpa empati adalah bangunan tanpa pondasi.
Sinergi adalah bahasa persatuan dalam keberagaman kota.
Pelayanan publik adalah wajah sejati kekuasaan.
Medan bermartabat lahir dari wakil rakyat yang setia pada nurani.
Apresiasi untuk Pemerintah Kota Medan
Dalam kesempatan tersebut, Wong Chun Sen menyampaikan penghargaan kepada Wali Kota Medan Rico Waas dan jajaran Pemerintah Kota Medan atas komitmen dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses.
Ia menegaskan bahwa DPRD tidak ingin hasil reses hanya menjadi arsip, melainkan peta jalan pembangunan yang nyata dan terukur.
“Setiap catatan reses adalah janji moral kepada rakyat, dan setiap janji harus menemukan wujudnya dalam kerja nyata,” tandasnya.
DPRD sebagai Rumah Harapan Warga
Menutup sidang paripurna, Wong Chun Sen menegaskan bahwa DPRD Kota Medan akan terus membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya, agar parlemen daerah benar-benar menjadi rumah besar harapan warga kota.
“Selama pintu DPRD terbuka bagi rakyat, selama itu pula demokrasi Medan akan tetap bernafas,” pungkasnya.
Sidang paripurna pun ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi legislatif dan eksekutif demi Kota Medan yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing.
(Nurlince Hutabarat)




