Wali Kota Medan Rico Waas Tegaskan: Kemerdekaan di Medan Harus Nyata, Bukan Sekadar Upacara

0
141

Medan, LINI NEWS – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Merdeka Medan saat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Ribuan peserta mengikuti upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dipimpin langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang tampil gagah mengenakan busana adat Mandailing.

Para peserta upacara turut mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menjadikan Kota Medan benar-benar tampil sebagai miniatur Indonesia. Kebhinnekaan yang menyatu dalam balutan adat memberi pesan bahwa kemerdekaan adalah milik semua suku, agama, dan lapisan masyarakat.

Harapan Besar Sang Wali Kota

Dalam momentum sakral itu, Wali Kota Rico Waas menyampaikan pesan tegas dan penuh makna. Ia menekankan bahwa kemerdekaan yang sejati bukan hanya seremoni, melainkan harus hadir nyata dalam kehidupan masyarakat Kota Medan.

“Masyarakat harus bisa merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya, baik dalam kesehatan, pendidikan, maupun pekerjaan,” tegas Rico usai memimpin jalannya upacara.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Medan harus bekerja lebih ekstra untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan rakyat. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal atau merasa asing di kotanya sendiri.

“Masyarakat membutuhkan perhatian kita, hasil kerja-kerja kita. Jika rakyat tersenyum, itulah arti kemerdekaan itu,” ujar Rico, penuh penekanan.

Menurutnya, ini adalah tantangan besar sekaligus ujian. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan memaksimalkan program kerja ke depan.

“Apa yang sudah dikerjakan harus lebih dimaksimalkan. Kemerdekaan itu bukan hadiah, tapi janji yang harus kita tunaikan,” imbuhnya didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas.

Wujud Kepedulian: Bingkisan untuk Veteran dan Mantan Napiter

Dalam suasana penuh kegembiraan, Wali Kota Rico secara simbolis menyerahkan bingkisan kepada para veteran pejuang kemerdekaan serta mantan narapidana terorisme. Gestur ini adalah simbol ajakan untuk bersama-sama membangun Kota Medan, tanpa stigma, tanpa diskriminasi.

Deretan Tokoh Hadir

Upacara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB itu dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap bersama istrinya, Martinijal Zakiyuddin Harahap, yang mengenakan busana adat Nias. Hadir pula Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman, dalam busana adat Melayu.

Selain itu, jajaran Forkopimda, Konjen negara sahabat, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, mantan Wali Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan turut serta memberi makna pada momen kebangsaan ini.

Generasi Muda di Garda Depan

Sebanyak 47 anggota Paskibraka Kota Medan sukses mengibarkan Merah Putih dengan penuh disiplin. Haikal Azura (SMA Plus Taruna Akterlis) tampil sebagai komandan Paskibraka. Carisa Ufairah Lubis (MA Plus Taruna Teknik Aljabbar) bertugas sebagai pembawa baki, sementara Ricky Aditama Panjaitan, Dean Immanuel Sinaga, dan Raja Asyraf Panusunan Siregar didapuk sebagai pengibar bendera.

Keberhasilan para pelajar ini menjadi bukti bahwa generasi muda siap berdiri di garda depan menjaga dan menghidupi nilai-nilai kemerdekaan.

Pesan Waklli Kota Medan Rico Waas

“Kemerdekaan itu bukan seremoni, tapi janji yang harus kita tepati bersama rakyat.”

“Jika rakyat tersenyum, di situlah kemerdekaan benar-benar hadir.”

“Kota Medan harus jadi rumah yang memberi rasa merdeka bagi semua orang, tanpa terkecuali.” (Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini