Medan, LINI NEWS – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan perdana Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru dilantik, AKBP Rosef Efendi, di Rumah Dinas Wali Kota Medan.
Pertemuan ini menjadi penanda awal babak baru sinergi strategis antara Pemerintah Kota Medan dan jajaran Kepolisian dalam membangun Belawan sebagai kawasan yang aman, produktif, dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Kota Medan.
Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, pertemuan tersebut menjelma menjadi ruang penyatuan visi, tempat dua pilar kekuasaan publik—pemerintah dan penegak hukum—merajut komitmen untuk menjawab tantangan sosial, keamanan, dan pembangunan yang selama ini membayangi kawasan Medan Utara, khususnya Belawan.

Belawan: Kunci Masa Depan Ekonomi Medan
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh makna, Wali Kota Medan menegaskan bahwa Belawan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan denyut nadi ekonomi Kota Medan.
“Apabila Belawan dalam kondisi kondusif, sangat memungkinkan akan terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan untuk Kota Medan. Kunci sukses kemajuan Medan ada di Belawan yang aman,” tegas Rico Waas.
Ia menilai stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan akan membuka arus investasi, memperlancar distribusi logistik, serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat pesisir dan pelaku ekonomi kota.
Sinergi Menyentuh Akar Persoalan Sosial
Rico Waas menegaskan bahwa sinergi antara Pemko Medan dan Polres Pelabuhan Belawan tidak hanya berhenti pada aspek penegakan hukum, melainkan harus menyentuh akar persoalan sosial yang selama ini menjadi lahan subur bagi berbagai gangguan keamanan.
Isu-isu strategis yang menjadi fokus bersama meliputi:
Layanan kesehatan masyarakat
Akses dan kualitas pendidikan
Administrasi kependudukan
Penanganan banjir di kawasan Medan Utara
Penguatan ketahanan sosial masyarakat pesisir

“Upaya ini kita lakukan demi memajukan kawasan Medan Utara, khususnya Belawan,” ujar Rico Waas, didampingi Kasat Pol PP Kota Medan M. Yunus dan Plt Kadishub Medan Suriono.
Komitmen Polri: Perang Terhadap Narkoba dan Tawuran
Sementara itu, AKBP Rosef Efendi yang hadir bersama Pejabat Utama Polres Pelabuhan Belawan, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan wilayah hukum yang dipimpinnya sebagai zona tegas terhadap kejahatan jalanan.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam menekan peredaran narkoba dan meredam aksi tawuran yang kerap meresahkan masyarakat.
“Narkoba dan tawuran akan menjadi atensi khusus kami. Namun untuk itu kami mohon dukungan dari Bapak Wali Kota Medan dan seluruh elemen masyarakat,” tegas AKBP Rosef.

Harapan Sinergi Belawan
Sebagai penanda semangat kolaborasi dan visi masa depan, pertemuan ini memancarkan tujuh mutiara kata yang menjadi roh perjuangan membangun Belawan:
“Keamanan adalah pintu gerbang kesejahteraan.”
“Belawan yang aman adalah Medan yang berdaya.”
“Negara hadir ketika hukum dan kepedulian berjalan beriringan.”
“Pembangunan sejati dimulai dari rasa aman di hati rakyat.”
“Melawan narkoba adalah menyelamatkan masa depan generasi.”
“Sinergi bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata yang dirasakan rakyat.”
“Kota besar lahir dari kawasan yang dilindungi dan dimuliakan.”
Penutup: Simbol Awal Kolaborasi Strategis
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata sebagai simbol awal kolaborasi strategis antara Pemko Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan keamanan kawasan pesisir, pertemuan ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya Belawan baru—wilayah yang tidak lagi dikenal karena kerawanan, melainkan karena ketangguhan, produktivitas, dan perannya sebagai gerbang kemajuan Kota Medan.
(Nurlince Hutubarat)




