Tim Cegah SGW Sumut dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Dinas Wilayah II, 207 Sekolah Deklarasi Serentak: Sumut Perkuat Benteng Pelajar dari Radikalisme, Bullying, dan Kekerasan

0
46

Binjai–Langkat, LINI NEWS – Dalam upaya memperkuat perlindungan bagi para pelajar dari ancaman radikalisme dan kekerasan, Tim Cegah SGW Sumut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Dinas Wilayah II menggelar deklarasi serentak di 207 SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penyebaran paham radikal yang kini merambah dunia digital dan menyasar kalangan remaja.

Merespons Ancaman Digital: Pelajar Menjadi Target Rentan

Deklarasi serentak ini melibatkan personel Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, di antaranya Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., Ipda Agung Pangaribowo, S.H., serta personel Tim Cegah lainnya.
Meningkatnya aktivitas radikal yang memanfaatkan media sosial dan game online menjadi perhatian serius, mengingat pelajar merupakan pengguna aktif platform digital tersebut.

Koordinator Tim Cegah SGW Sumut, Ipda Kunto Adi Wibowo, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini untuk mencegah pelajar terpapar.

“Radikalisme hari ini berkembang sangat cepat dan menyasar pelajar secara langsung melalui media digital. Deklarasi serentak ini adalah tameng awal untuk membentengi mereka agar tidak mudah terpengaruh,” tegasnya.

Tak Hanya Radikalisme: Sekolah Tegaskan Penolakan Bullying dan Intoleransi

Selain isu radikal, deklarasi ini juga memperkuat komitmen dunia pendidikan dalam menolak bullying, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan Wilayah II menilai kegiatan ini sebagai momentum penting memperkokoh budaya saling menghargai di antara siswa.

“Sekolah harus menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Edukasi seperti ini adalah fondasi membentuk pelajar yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan,” ujar perwakilan Cabdis Wilayah II Sumut.

Edukasi Karakter: Toleransi sebagai Fondasi Kehidupan Pelajar

Instruktur Tim Cegah SGW, Briptu Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi., menegaskan bahwa edukasi langsung kepada pelajar sangat efektif dalam menanamkan kesadaran kolektif.

“Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga toleransi dan menolak kekerasan adalah bagian dari karakter bangsa. Sekolah yang guyub hanya lahir dari komitmen bersama,” ungkapnya.

Selain ceramah dan deklarasi, para siswa juga diajak memahami nilai kebangsaan, etika digital, dan cara mengidentifikasi konten propaganda yang berpotensi menyesatkan.

Ekspansi Program: Menjangkau Seluruh Sumatera Utara

Sebagai tindak lanjut, kegiatan deklarasi serentak ini akan diperluas ke berbagai wilayah lain di Sumut.

“Tim Cegah akan terus menggencarkan kegiatan ini ke seluruh sekolah di jajaran Dinas Pendidikan, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” tambah Ipda Kunto.

Dengan kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan, Sumatera Utara meneguhkan komitmen melahirkan generasi yang tangguh, toleran, dan cinta Tanah Air, bebas dari pengaruh radikalisme dan budaya kekerasan.

Deklarasi Anti Radikalisme & Anti Kekerasan

“Pendidikan adalah benteng pertama yang menjaga bangsa dari gelombang ideologi sesat.”

“Toleransi memperkuat, perundungan melemahkan.”

“Generasi muda yang cerdas mampu memilah informasi, bukan terjebak provokasi.”

“Radikalisme tumbuh di ruang gelap; edukasi menyalakan terang.”

“Sekolah aman melahirkan masa depan yang terang.”

“Karakter kuat dibangun dari keberanian menolak kekerasan.”

“Persatuan dimulai dari hati yang saling menghargai.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini