Ketua Panitia, Ir. Jaruddin Silvanus Simarmata, M.M : “Melantunkan Nada, Menghidupkan Sabda: LP3KD Sumut Meneguhkan Pemazmur Muda Demi Iman, Gereja, dan Tanah Air”

0
53

Pematang Siantar, LINI NEWS – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumatera Utara kembali mengukuhkan komitmennya dalam membina talenta Gereja melalui Pelatihan Pemazmur Program Pembinaan Sektoral bertema “Melantunkan Nada Menghidupkan Sabda”, Sabtu, 15 November 2025, di Catholic Center PPU Pematang Siantar.

Pelatihan ini diikuti peserta dari empat kabupaten/kota: Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Toba. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025, dengan total 35 peserta.

Pelatihan Keempat, Jejak Konsisten Pembinaan LP3KD Sumut

Ketua Panitia, Ir. Jaruddin Silvanus Simarmata, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan keempat dalam rangkaian pembinaan sektoral LP3KD Sumut. Sebelumnya, pelatihan serupa telah diadakan di Lintong Nihuta (September), Medan (Oktober), dan Parapat.

“Pelatihan berikutnya akan digelar awal Desember di Tapanuli Tengah, agar pembinaan ini menjangkau peserta dari Keuskupan Sibolga. LP3KD Sumut menaungi dua keuskupan, yakni Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga,” ungkapnya.

Pemazmur: Bukan Sekadar Suara, Tapi Pembawa Sabda

Narasumber Gregorius Pratomo menekankan bahwa seorang pemazmur harus memiliki kualitas yang utuh—bukan hanya teknik vokal, tetapi juga penghayatan mendalam atas tugas liturgisnya.

“Menjadi pemazmur bukan ajang menunjukkan kebolehan, melainkan pelayanan hati,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi awal baik yang dapat dikembangkan peserta secara mandiri demi kemuliaan Tuhan.

Gregorius juga mendorong agar pembinaan diperluas ke lebih banyak paroki di seluruh Sumatera Utara.

Sinergi Demi Gereja dan Tanah Air

Dalam semangat sinodal, LP3KD Sumut di bawah kepemimpinan Dr. Drs. Hendrik H. Sitompul, M.M., menegaskan pentingnya kerja sama lintas pihak, mulai dari Gereja, Pemerintah, hingga komunitas lintas sektor.

“Hanya dengan kolaborasi, kita dapat menghadirkan dampak yang bermakna bagi Gereja dan Tanah Air,” demikian penegasan yang menjadi ruh lembaga ini.

Peserta: Pelatihan Sangat Membuka Wawasan

Salah satu peserta, dr Kurnia Klara, seorang dokter kesehatan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu para pemazmur memahami sejarah, teknik, dan spirit Mazmur.

“Mazmur adalah Sabda Allah sekaligus doa. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan kami berharap diadakan kembali agar semakin mahir dalam pelayanan. Terima kasih, Tuhan memberkati,” ujarnya.

Pelatihan Melantunkan Nada Menghidupkan Sabda

“Suara yang indah memikat telinga, tetapi suara yang dihayati menyentuh surga.”

“Mazmur bukan hanya dinyanyikan, tetapi dihidupi.”

“Pemazmur adalah jembatan antara Sabda yang turun dan doa yang naik.”

“Nada boleh berubah, tetapi iman harus tetap teguh.”

“Teknik adalah sayap, penghayatan adalah angin yang membuatnya terbang.”

“Ketika hati bernyanyi, Tuhan lebih dekat dari napas.”

“Pelayanan tanpa penghayatan hanyalah rutinitas tanpa roh.”

“Mazmur adalah tempat perjumpaan antara manusia yang rapuh dan Allah yang setia.”

“Setiap nada yang benar adalah doa yang naik.”

“Pemazmur tidak tampil untuk dilihat, tetapi hadir untuk menghadirkan Sabda.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini