Setahun Kepemimpinan Wali dan Wakil Kota MedanRico-Zaki, Investasi Meroket, Pelayanan Publik Raih Nilai A, Lapangan Pekerjaan Terbuka, Keselamatan dan Keamanan Warga Menguat

0
68

Medan, LINI NEWS – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H.

Zakiyuddin Harahap, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Medan menggelar tasyakuran dan doa bersama sebagai wujud syukur atas berbagai capaian strategis yang diraih.

Acara yang berlangsung di Masjid Ar-Rivai, Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (20/2/2026), menjadi momentum refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan yang dinilai membawa perubahan signifikan di berbagai sektor:

Reformasi birokrasi, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja hingga penguatan keamanan warga.

Ratusan anggota BKMT Kota Medan menyambut kehadiran Rico Waas dengan lantunan salawat, menciptakan suasana religius dan penuh haru.

Pelayanan Publik Raih Nilai A, Terbaik di Sumut
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat dan BKMT.

Ia mengakui satu tahun pertama adalah masa pembelajaran sekaligus pembenahan.

“Kami banyak menerima masukan, banyak persoalan kami telaah dan selesaikan. Semua demi pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Hasil pembenahan tata kelola pemerintahan membuahkan capaian membanggakan.

Kementerian PANRB memberikan nilai A terhadap kinerja pelayanan publik Kota Medan tahun 2025—tertinggi di Sumatera Utara.

“Birokrasi yang bersih melahirkan pelayanan yang pasti.”

“Pelayanan publik bukan sekadar prosedur, tetapi wujud penghormatan kepada rakyat.”

Investasi Melonjak Dua Kali Lipat

Di sektor ekonomi, realisasi investasi melampaui target secara spektakuler. Dari target Rp7,6 triliun, realisasi investasi Kota Medan justru menembus Rp14,5 Triliun.

Rico menegaskan bahwa Pemko Medan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor dengan tetap menjaga iklim usaha yang kondusif dan bebas dari proses berbelit.

“Kami pastikan investasi masuk tanpa dipersulit. Kepastian hukum dan kemudahan layanan menjadi prioritas,” tegasnya.

“Kepercayaan investor tumbuh dari kepastian dan integritas.”

23 Ribu Tenaga Kerja Terserap
Lonjakan investasi berdampak langsung pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Dalam satu tahun kepemimpinan Rico–Zaki, sebanyak 23 ribu tenaga kerja berhasil terserap dari target 50 ribu selama masa kepemimpinan.

Artinya, lebih dari 50 persen target telah tercapai di tahun pertama.

“Saya optimis target 50 ribu tenaga kerja akan tercapai. Lapangan kerja adalah kunci kesejahteraan keluarga,” ujar Rico.

“Lapangan kerja adalah jembatan dari harapan menuju kesejahteraan.”

Kriminalitas Turun, Perlindungan Warga Diperkuat
Di bidang keamanan, Pemko Medan berkolaborasi dengan Polrestabes Medan untuk menekan angka kriminalitas, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor yang turun 14 persen.

Bahkan, Pemko Medan menyiapkan skema bantuan bagi korban kecelakaan akibat aksi begal, termasuk pembiayaan penuh perawatan medis.

“Jika ada warga yang menjadi korban pembegalan dan mengalami luka-luka, seluruh biaya perawatannya akan ditanggung Pemko Medan,” tegas Rico yang disambut tepuk tangan jamaah.

“Keamanan adalah fondasi utama kemajuan sebuah kota.”
Mutiara Kata 6: “Pemerintah hadir bukan hanya membangun gedung, tetapi melindungi warganya.”

Tahun Kedua: Infrastruktur, Estetika Kota dan Kesehatan Jadi Fokus

Memasuki Tahun kedua, sejumlah program strategis telah disiapkan:

Percepatan perbaikan jalan rusak.

Penataan estetika kota dengan membebaskan 12 ruas jalan dari kabel semrawut.

Penambahan bantuan sosial PKH.

Revitalisasi seluruh Puskesmas.

Renovasi RSUD Dr. Pirngadi menjadi rumah sakit berskala internasional.

Rico menegaskan seluruh program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Apa yang kami lakukan bersumber dari rakyat, maka harus kembali kepada rakyat,” ungkapnya.

“Kepemimpinan sejati adalah ketika kebijakan kembali kepada rakyat sebagai manfaat.”

Refleksi dan Doa Bersama
Sementara itu, Ketua BKMT Kota Medan, Nurasiah Harahap, menyebut tasyakuran ini sebagai momentum refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan Rico–Zaki.

“Ini adalah momentum sejarah, evaluasi, dan doa agar Kota Medan semakin maju, humanis, religius dan berdaya saing,” ujarnya.

Tasyakuran tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dukungan moral agar roda pemerintahan terus bergerak menuju Medan yang lebih progresif dan berkeadilan.
Satu tahun telah terlewati. Tantangan masih panjang.

Namun capaian awal menunjukkan fondasi telah diletakkan—menuju Kota Medan yang semakin kuat dalam pelayanan, ekonomi, dan perlindungan warganya.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini