Polsatwa K-9 Polda Sumut Hadirkan Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Batang Toru

0
157

Tapanuli Selatan, LINI NEWS – Di tengah sisa duka banjir yang melanda wilayah Kecamatan Batang Toru, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menegaskan kehadirannya sebagai pelindung kemanusiaan. Melalui Unit Polsatwa K-9 Direktorat Samapta, Polda Sumut menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis pascabencana, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan.

Personel Unit Polsatwa K-9 Dit Samapta Polda Sumut turut mendampingi personel BKO SAR Dit Polsatwa Baharkam Polri yang bertugas di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan.

Sejak Pukul 06.30 WIB, Personel telah bersiaga dan mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengecekan peralatan, perawatan, hingga pengumbaran satwa K-9 yang akan digunakan dalam sesi interaksi dan terapi.

Sekira Pukul 08.00 WIB, Tim bergerak menuju Posko Pengungsian PT Agincourt Resources Martabe Gold Mine di Desa Sumuran, Kecamatan Batang Toru.

Setibanya di lokasi, suasana Posko yang sebelumnya dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat ketika personel Polsatwa K-9 mulai berinteraksi dengan anak-anak pengungsi.

Melalui pendekatan humanis dan edukatif, anak-anak diajak bermain, mengenal peran satwa K-9, serta berinteraksi langsung dengan anjing pelacak yang memiliki spesifikasi Search and Rescue (SAR). Tawa dan rasa ingin tahu anak-anak pun mulai menggantikan ketegangan dan trauma yang tersisa.

“Di balik seragam dan tugas negara, Polri hadir dengan hati untuk memulihkan jiwa yang terluka.”

Kehadiran satwa K-9 terbukti menjadi media terapi yang efektif. Anak-anak tampak antusias, berani menyentuh, bermain, dan berfoto bersama satwa K-9.

Interaksi ini membantu mengurangi rasa takut, kecemasan, serta tekanan emosional yang mereka alami akibat bencana banjir.

“Senyum anak-anak adalah tanda pertama bahwa harapan sedang tumbuh kembali.”

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan menyeluruh, tidak hanya pada aspek keamanan dan penanganan bencana, tetapi juga pada pemulihan psikologis masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan, khususnya bagi anak-anak. Trauma healing ini penting agar mereka kembali merasa aman, ceria, dan mampu menatap hari esok tanpa bayang-bayang ketakutan,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia menambahkan, pendekatan melalui Unit Polsatwa K-9 merupakan metode yang efektif dan humanis. Interaksi dengan satwa mampu membangun rasa aman, menghadirkan suasana positif, serta mengembalikan keceriaan anak-anak di tengah situasi sulit.

“Ketika kata-kata tak cukup menenangkan, sentuhan kasih dan kehadiran yang tulus menjadi obat terbaik.”

Kegiatan trauma healing berlangsung hingga pukul 12.45 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan penuh kehangatan. Usai kegiatan, seluruh personel kembali ke penginapan untuk melaksanakan istirahat dan tetap bersiaga menjalankan tugas lanjutan.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Utara berharap dapat mempercepat proses pemulihan psikologis anak-anak korban banjir di Batang Toru, sekaligus meneguhkan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam merawat kemanusiaan di saat bencana. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini