Langkat, LINI NEWS – Di tengah sisa lumpur dan jejak air bah yang belum sepenuhnya kering, hadir tangan-tangan negara yang bekerja tanpa sorot lampu.
Brimob Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan bahwa pengabdian sejati lahir saat negara turun langsung menyeka luka rakyatnya.
Pada Senin, 29 Desember 2025, personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) Batalyon A Polda Sumut melaksanakan kegiatan pembersihan pasca banjir di wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Danki Brimob Batalyon A Polda Sumut, AKP Sardi, S.H., bersama sejumlah personel yang dikerahkan secara penuh untuk memastikan lingkungan terdampak banjir kembali pulih.
“Bencana boleh datang tiba-tiba, tetapi kepedulian tidak pernah boleh terlambat.”
Salah satu titik fokus utama pembersihan adalah SMP Negeri 1 Tanjung Pura, sekolah bersejarah yang berdiri sejak tahun 1912 dan dikenal sebagai salah satu SMP tertua di wilayah tersebut. Sekolah ini terdampak cukup parah akibat genangan air, lumpur tebal, serta material sisa banjir yang menutupi ruang kelas, halaman, dan saluran air.
“Sekolah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat masa depan sedang dititipkan.”
Hingga kini, kegiatan pembersihan telah memasuki hari kelima, dengan sasaran utama meliputi ruang belajar, lingkungan sekolah, drainase, serta fasilitas penunjang lainnya. Proses dilakukan secara bertahap namun maksimal, dengan harapan sekolah dapat kembali difungsikan secara aman dan layak.
“Membersihkan lumpur hari ini adalah cara menyelamatkan mimpi esok hari.”
Direncanakan, dalam dua hari ke depan, SMP Negeri 1 Tanjung Pura sudah dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, menyambut tahun ajaran baru tanpa bayang-bayang bencana.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen institusi terhadap masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan pasca bencana banjir. Pembersihan SMP Negeri 1 Tanjung Pura menjadi prioritas agar aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan normal. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan,” tegas Kapolres.
“Seragam boleh sama, tetapi hati harus selalu berpihak pada rakyat.”
Kehadiran Brimob di tengah sekolah yang terluka ini bukan hanya soal pembersihan fisik, melainkan juga dukungan moral bagi para guru, siswa, dan orang tua murid.
“Negara yang kuat adalah negara yang tidak meninggalkan warganya saat paling membutuhkan.”
Melalui aksi nyata ini, Polri berharap proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat, rasa aman kembali tumbuh, dan semangat belajar para siswa tidak padam oleh bencana alam.
“Pengabdian sejati tidak menunggu perintah, tetapi membaca kebutuhan.”
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga penjaga kemanusiaan.
“Ketika hukum, kemanusiaan, dan kepedulian berjalan seiring, di situlah negara menemukan maknanya.” (Nurlince Hutabarat)




