Medan, LININEWS – Suasana penuh khitmat dan sukacita menyelimuti Gereja Katolik Santa Maria Pintu Surga, Jalan Setia Baru Medan, saat Tanaka Hilman Hendro Sarumaha resmi mempersunting pilihan hatinya, Arnita Rointan Purba, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Pernikahan kudus ini dipimpin oleh Pastor Moses, disaksikan keluarga besar kedua mempelai, sanak saudara, kerabat, serta para undangan yang memenuhi gereja.
Dalam balutan doa dan pujian, kedua mempelai mengucapkan janji iman pernikahan, menandai awal bahtera rumah tangga yang baru.
Profil Kedua Mempelai
Arnita Rointan Purba merupakan putri dari pasangan suami istri Almarhum Marusaha Purba dan Tionom br Silaban (Op. Mariodan), berasal dari Simpang Sipalakki, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Sementara itu, Tanaka Hilman Hendro Sarumaha adalah putra dari pasangan Drs. Hankelman Sarumaha, M.Pd dan Romas Intan br Lumban Gaol, yang berdomisili di Jalan Agenda No. 18, Medan.
Keduanya diketahui bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan atau yang dikenal sebagai RS Brimob Medan, Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Medan Baru. Kisah cinta mereka bersemi dari “cinta lokasi” di tempat kerja, hingga akhirnya berlabuh di pelaminan suci.
Resepsi Adat Batak–Nias Penuh Kehangatan
Usai pemberkatan pernikahan di gereja, rangkaian kebahagiaan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan adat Batak dan Nias yang digelar di Aula Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), Jalan Cangkir, Medan.
Dalam suasana kekeluargaan, kedua mempelai menerima ulos, kado, serta doa restu dari keluarga besar marga Purba, termasuk hula-hula dari marga Silaban, Sihite, dan Lumban Gaol, yang hadir dari Medan maupun Dolok Sanggul.
Lagu-lagu sukacita pun menggema, mengiringi momen kebersamaan yang sarat makna.
Pernikahan Dari Pastor, Orang Tua, dan Hula-hula
- Pastor Moses:
“Pernikahan bukan hanya tentang saling mencintai, tetapi tentang kesetiaan untuk saling menjaga hingga akhir hayat di hadapan Tuhan.” - Pastor Moses:
“Dalam rumah tangga, doa adalah fondasi, kasih adalah atapnya, dan kesabaran adalah tiangnya.” - Orang Tua Mempelai:
“Anakku, bangunlah rumah tanggamu bukan di atas emosi, tetapi di atas pengertian dan saling menghormati.” - Orang Tua Mempelai:
“Kami merelakan kalian bersatu, dengan harapan cinta kalian tumbuh seiring bertambahnya tanggung jawab.” - Hula-hula:
“Ulos yang kami sematkan adalah simbol kehangatan, agar rumah tanggamu selalu teduh dan diberkati.” - Hula-hula:
“Jadilah suami istri yang satu hati, satu langkah, dan satu tujuan dalam suka maupun duka.” - Hula-hula:
“Ingatlah, adat mengajarkan hormat, iman mengajarkan kasih, dan keluarga adalah tempat kembali.”
Pernikahan Tanaka Hilman Hendro Sarumaha dan Arnita Rointan Purba menjadi bukti indahnya pertemuan antara iman, adat, dan cinta yang bertumbuh dalam restu keluarga.
Selamat menempuh hidup baru. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati rumah tangga yang baru dibangun ini.(Salomo Simorangkir)




