Pemko Medan Tuntaskan Penataan Kota: Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Bebas Kabel Udara

0
147

Medan, LINI NEWS — Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan wajah kota yang tertata, nyaman, dan ramah bagi warganya.

Melalui program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata), Pemko Medan mempercepat penataan jaringan utilitas dengan menurunkan kabel udara ke bawah tanah sekaligus membongkar tiang-tiang yang dinilai mengganggu estetika dan ruang publik.

Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi infrastruktur kota menuju tata ruang yang lebih modern dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di Jalan Zainul Arifin, Senin (9/2/2026).

Usai melakukan pemotongan kabel dan pembongkaran tiang utilitas secara simbolis sebagai penanda dimulainya penataan di ruas jalan tersebut.

“Kota yang rapi bukan hanya sedap dipandang, tetapi menenangkan warganya.”
Fokus Penataan:

Kabel Udara Diturunkan, Ruang Publik Dibebaskan

Gibson menjelaskan, program Medan Rapi Tanpa Kabel difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pemutusan kabel udara, pembongkaran tiang utilitas yang tidak lagi berfungsi atau mengganggu ruang publik, serta pemindahan jaringan utilitas ke sistem bawah tanah terpadu yang telah disiapkan oleh Pemko Medan.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang kota yang lebih aman, bersih, dan tertata, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat kabel semrawut.

“Ketertiban infrastruktur adalah fondasi kenyamanan hidup di kota.”

12 Ruas Jalan Jadi Prioritas Penataan Tahun Ini

Sebanyak 12 ruas jalan utama dan jalan kolektor ditetapkan sebagai prioritas penataan pada tahun 2026. Hingga saat ini, Jalan Dr. Mansyur telah rampung sepenuhnya dan kini tampil lebih bersih tanpa kabel udara.

Sementara itu, Jalan Juanda telah mencapai progres sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai dalam bulan ini. Untuk Jalan Zainul Arifin, pengerjaan baru dimulai pekan ini dengan fokus pada pembongkaran tiang serta pemutusan kabel udara.

Adapun di Jalan Imam Bonjol, pekerjaan masih berlangsung berupa penggalian dan penyambungan jaringan kabel bawah tanah.

“Setiap kabel yang diturunkan adalah langkah menuju kota yang lebih manusiawi.”

Daftar Ruas Jalan yang Masuk Program Merata

Selain empat ruas jalan utama tersebut, penataan juga mencakup:

Jalan Bhayangkara

Jalan Gaperta

Jalan Karya Wisata

Jalan Metereologi

Jalan GM Panggabean

Jalan Kejaksaan

Jalan Candi Borobudur

Jalan Candi Mendut

Pada sejumlah ruas tersebut, sebagian jaringan utilitas telah mulai tersambung ke sistem bawah tanah.

“Penataan kota bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi warganya.”

Trotoar dan Utilitas Dikerjakan Bersamaan

Untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan gangguan, Pemko Medan mengintegrasikan penataan kabel dengan proyek penataan trotoar melalui skema joint program.

Tercatat, terdapat enam ruas jalan yang pengerjaan trotoarnya dilakukan bersamaan dengan penurunan jaringan utilitas.

“Langkah ini kami ambil agar proses penggalian tidak dilakukan berulang kali dan hasil penataan menjadi lebih rapi,” ujar Gibson.

“Efisiensi bukan sekadar cepat, tetapi cermat dan berkelanjutan.”
Optimistis Rampung Tahun Ini, Koordinasi Diperketat
Pemko Medan optimistis seluruh penataan pada 12 ruas jalan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini.

Meski demikian, tantangan terbesar berada pada lokasi pengerjaan yang sebagian besar berada di kawasan pusat kota dengan mobilitas tinggi.

“Karena berada di pusat kota, koordinasi dengan penyelenggara utilitas yang tergabung dalam Apjatel terus kami perketat agar galian lebih rapi, cepat, dan tidak meresahkan masyarakat,” jelas Gibson.

“Kota yang baik dibangun dari kerja sama, bukan kerja sendiri.”

Menuju Medan yang Lebih Rapi dan Inklusif

Program Medan Rapi Tanpa Kabel merupakan bagian dari visi besar Pemko Medan untuk mewujudkan kota yang tertata, nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penataan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warganya.

“Ketika kota ditata dengan hati, warganya akan merasakan manfaatnya setiap hari.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini