Kapolres Langkat Pimpin Upacara di Yayasan Al-Ihsan, Tekankan Disiplin, Anti Bullying, dan Kepedulian Sosial

0
126

Langkat, LINI NEWS – Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si memimpin langsung upacara bendera sekaligus memberikan pembinaan moral dan karakter kepada para pelajar di Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Al-Ihsan, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Senin (9/2/2026) pagi.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, MTs, MA, hingga SMA.

Hadir pula para Pejabat Utama Polres Langkat, Kepala Desa Pertumbukan, Kepala Sekolah, para tenaga pendidik, serta seluruh civitas akademika Yayasan Pendidikan Islam Al-Ihsan.

Pembinaan Karakter: Lingkungan Positif dan Disiplin Sejak Dini
Dalam amanatnya selaku pembina upacara, Kapolres Langkat menegaskan bahwa masa depan generasi muda ditentukan oleh lingkungan yang sehat, disiplin belajar, serta keberanian menjauhi perilaku menyimpang.

“Disiplin bukan sekadar aturan, tetapi jembatan menuju masa depan,” ujar AKBP David Triyo Prasojo di hadapan para pelajar.
Ia mengingatkan bahwa kenakalan remaja, sekecil apa pun, dapat menjadi pintu masuk menuju masalah hukum dan kehancuran masa depan.

Perang Terhadap Bullying dan Narkoba

Kapolres Langkat secara khusus menyoroti bahaya perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, bullying bukan hanya melukai fisik, tetapi juga dapat menghancurkan mental dan harga diri korban.

“Kata-kata bisa melukai lebih dalam daripada pukulan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tekanan mental akibat perundungan kerap berujung pada trauma mendalam, depresi, bahkan tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Tata Tertib Sekolah sebagai Pondasi Kehidupan Bermasyarakat
AKBP David Triyo Prasojo menegaskan bahwa aturan sekolah bukanlah alat pengekang, melainkan sarana pembentukan karakter.

“Aturan tidak diciptakan untuk menekan, tetapi untuk menuntun,” ungkapnya.

Disiplin di bangku sekolah, menurutnya, adalah latihan awal menghadapi kehidupan sosial yang sarat dengan hukum dan norma.

Keselamatan Lalu Lintas dan Kepatuhan Hukum
Kapolres Langkat juga mengingatkan para pelajar untuk tertib berlalu lintas dan patuh terhadap hukum. Ia menegaskan bahwa banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kelalaian dan sikap abai terhadap keselamatan.

“Masa depan yang panjang bisa terhenti oleh satu kelalaian,” pesannya.

Penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas disebut sebagai bentuk cinta terhadap diri sendiri dan keluarga.

Empati Sosial: Tidak Ada Anak yang Boleh Putus Asa

Menanggapi isu nasional tentang anak sekolah dasar yang meninggal dunia akibat tekanan ekonomi karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis, Kapolres Langkat menyampaikan pesan empati yang mendalam.

“Kemiskinan bukan aib, tetapi keputusasaan adalah musuh bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang merasa sendirian hanya karena keterbatasan ekonomi.

Ajak Pelajar Berani Bicara dan Mencari Pertolongan
Kapolres Langkat mengimbau para pelajar agar tidak memendam masalah sendiri.

Ia meminta mereka untuk menyampaikan persoalan kepada guru, orang tua, kepala desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian.

“Negara hadir ketika anak-anaknya berani bicara,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Call Center Polri 110 sebagai saluran pengaduan dan bantuan.

Bantuan Nyata: Tali Asih untuk Pelajar

Sebagai wujud kepedulian konkret, AKBP David Triyo Prasojo menyerahkan bantuan tali asih kepada 10 siswa-siswi TK dan SD untuk membantu pembelian perlengkapan sekolah dan alat tulis.
“Pendidikan adalah cahaya; tugas kita menjaga agar cahaya itu tidak padam,” tutup Kapolres Langkat.
Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Al-Ihsan, Muhammad Rizal, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kapolres Langkat yang dinilai memberikan motivasi kuat serta perhatian nyata terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda.

Disiplin bukan sekadar aturan, tetapi jembatan menuju masa depan.

Kata-kata bisa melukai lebih dalam daripada pukulan.

Aturan tidak diciptakan untuk menekan, tetapi untuk menuntun.
Masa depan yang panjang bisa terhenti oleh satu kelalaian.
Kemiskinan bukan aib, tetapi keputusasaan adalah musuh bersama.

Negara hadir ketika anak-anaknya berani bicara.

Pendidikan adalah cahaya; tugas kita menjaga agar cahaya itu tidak padam.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini