“Narkoba Membunuh Tanpa Pedang, Menyelamatkan Generasi Adalah Ikrar Kehormatan”, Polda Sumut Bongkar 429 Kasus, Selamatkan 1,5 Juta Jiwa

0
156

Langkat, LINI NEWS – “Bahaya terbesar bukan pada musuh yang menyerang dari depan, melainkan racun yang merusak dari dalam.” Itulah gambaran perang melawan narkoba di Sumatera Utara. Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama Polres Langkat dan Polres Binjai kembali menorehkan prestasi gemilang: 429 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap hanya dalam kurun waktu 1 Januari hingga 19 Agustus 2025.

Dari operasi masif tersebut, 534 tersangka diamankan. Barang bukti yang disita sungguh mencengangkan:

286 kilogram sabu

8 kilogram ganja

170 gram kokain

9.186 butir ekstasi

69.037 butir happy five

Perhitungan aparat menyebut, jumlah barang haram itu setara dengan penyelamatan 1.533.564 jiwa dari cengkeraman narkoba, dengan nilai total mencapai Rp 298 miliar.

Modus Licik, Sindikat Sadis

Dalam konferensi pers di Mapolres Langkat, Rabu (20/8), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan bahwa pengungkapan ini melibatkan sinergi kuat antar-polisi, pemerintah daerah, BNNK, KPPBC, serta dukungan masyarakat dan media.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak membeberkan berbagai modus operandi yang kian rumit:

Transaksi di laut lepas dan jalur darat.

Barak narkoba tersembunyi di ladang.

Penjualan lewat media sosial.

Distribusi di Tempat Hiburan Malam (THM).

Lebih memiriskan, sindikat nekat menggunakan anak di bawah umur sebagai “mata-mata” di lokasi hiburan malam untuk memantau distribusi narkoba.

Kasus Lautan: 190 Kg Sabu dari Kapal Oskadon

Salah satu pengungkapan terbesar adalah penangkapan 190 kilogram sabu di perairan Langkat. Para tersangka memanfaatkan kapal nelayan bernama Oskadon untuk menjemput sabu dari laut lepas.

“Personel kita sempat terombang-ambing di lautan selama beberapa jam sebelum berhasil mengamankan barang bukti,” ungkap Kombes Calvijn.

Dua tersangka yang ditangkap mengaku dikendalikan seorang bandar besar berinisial YD, yang kini berstatus DPO. Fakta ini membuka jalan bagi polisi memburu otak besar sindikat internasional.

Komitmen Tanpa Kompromi

Polda Sumut menegaskan, jaringan narkoba di gubuk-gubuk tersembunyi hingga THM akan terus diburu tanpa henti. Aparat tak hanya menyita barang bukti, tapi juga membongkar jaringan sampai ke akar-akarnya.

Kombes Pol Ferry Walintukan mengingatkan masyarakat untuk tidak diam. “Perang ini bukan hanya tugas aparat. Masyarakat harus berani melaporkan aktivitas mencurigakan. Sinergi aparat, pemerintah, dan rakyat adalah kunci untuk menjadikan Sumut bebas narkoba,” tegasnya.

Mutiara Kata Perlawanan

Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Seperti kata bijak:
“Narkoba membunuh tanpa pedang, merampas generasi tanpa darah. Menyelamatkan anak bangsa adalah ikrar kehormatan.”

Sumatera Utara kini berdiri di garis depan perang melawan narkoba. Dan perang ini, seperti diingatkan aparat, bukan hanya tentang menyita barang bukti, melainkan menyelamatkan masa depan negeri. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini