HARLAH Kejaksaan RI ke-80 Kajatisu Harli Siregar: Toga, Darah, dan Nurani

0
161

Medan, LINI NEWS – Adhyaksa Hall di lantai I Kejati Sumut pagi itu terasa berbeda. Senin, 25 Agustus 2025, bukan hanya ruang dingin dengan kursi berderet. Ruangan itu berdenyut dengan detak jantung para aparatur yang menunggu giliran donor darah.

Di tengah hiruk pikuk suasana, seorang pria berwibawa dengan senyum teduh berjalan menyapa satu per satu pegawainya. Dialah Kajati Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum. Ia tidak sekadar memberi instruksi, tetapi turut menyalurkan darahnya. Tangannya pun ditusuk jarum donor, seakan ingin menegaskan satu pesan: “Saya tidak hanya memimpin dengan kata, tapi juga dengan teladan.”

Darah yang Mengalir, Harapan yang Hidup

Kegiatan donor darah ini digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80. Dengan dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Sumut, Kejati Sumut menargetkan 200 kantong darah.

Setiap tetes darah yang keluar dari lengan para pegawai menjadi simbol bahwa keadilan sosial tidak hanya ada di ruang sidang, tetapi juga di ruang kehidupan nyata. Kegiatan sosial tersebut dibuka langsung oleh Kajati Sumatera Utara Dr.Harli Siregar,SH.,M.Hum didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Utara Ny.Tiurmaida Harli Siregar, Wakajati Sumatera Utara Sofiyan.S, SH.,MH, para Asisten serta seluruh pejabat utama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turut serta dalam kegiatan donor darah tersebut. Donor darah adalah pengorbanan yang sederhana, namun memiliki makna besar: setetes darah kita bisa jadi nyawa untuk orang lain,” ujar Harli Siregar dengan penuh semangat.

Target 200 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

PLH Kasi Penkum Kejati Sumut, M. Husairi, SH., MH, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini diikuti seluruh pegawai Kejati yang telah melewati pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini juga didukung oleh Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Sumut dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, dengan target 200 kantong darah untuk masyarakat yang membutuhkan.Seorang pegawai muda yang baru pertama kali donor darah berbisik lirih, “Awalnya saya takut, tapi melihat Bapak Kajati juga ikut donor, saya merasa ini bukan sekadar kewajiban, tapi panggilan kemanusiaan.”

Suara Kajatisu: Keadilan yang Membumi

Dalam sambutannya, Kajatisu Harli Siregar berkata dengan nada tegas namun penuh kelembutan:

“Keadilan bukan hanya pasal dan vonis. Keadilan adalah keberanian untuk peduli. Donor darah ini adalah bentuk kecil dari cinta kita kepada sesama.”

Kata-kata itu membuat suasana hening sejenak. Beberapa pegawai terlihat mengangguk, seolah baru memahami bahwa profesi jaksa bukan hanya menuntut di pengadilan, tapi juga melayani kemanusiaan.

Apresiasi dari PDDI

Ketua PDDI Sumut, Dr. Parlindungan Purba, yang hadir langsung, menyebut langkah Kajatisu sebagai teladan nasional.

“Ini bukan hanya acara sosial. Ini pesan kuat: Kejaksaan bisa menjadi cahaya harapan, bukan sekadar lembaga hukum. Darah yang terkumpul hari ini adalah kehidupan baru bagi banyak orang,” ujarnya sembari menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr. Harli Siregar.

Kajatisu Dr. Harli Siregar

“Setetes darah yang kita berikan hari ini, adalah sejuta harapan bagi mereka yang menanti hidup.”

“Kejaksaan hadir bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menyalakan harapan dengan kepedulian.”

“Manusia terbaik adalah yang mampu memberi manfaat, sekecil apa pun, bagi kehidupan orang lain.”

Akhir yang Menggetarkan

Menjelang siang, kantong-kantong darah mulai memenuhi meja PMI. Senyum para petugas medis menjadi saksi bahwa hari itu Kejati Sumut telah memberikan lebih dari sekadar hukum—mereka memberikan kehidupan.

Dan di balik toga yang sering dipandang kaku, Kajatisu Harli Siregar membuktikan satu hal:
bahwa keadilan sejati adalah ketika hati nurani ikut bekerja. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini