Gubsu Bobby Nasution Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras: “Stok Aman, Distribusi Kuncinya Dapur Rakyat Tidak Boleh Padam”

0
218

Medan, LINI NEWS – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam menghadapi keresahan masyarakat terkait lonjakan harga beras. Dengan langkah cepat dan terukur, Bobby memastikan stok beras di Sumut dalam kondisi aman sekaligus menekankan pentingnya distribusi yang adil dan tepat sasaran.

“Stok kita aman. Jumat lalu saya sudah duduk bersama Bulog. Pekerjaan kita sekarang adalah bagaimana beras ini bisa sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau, bukan sekadar menumpuk di gudang,” ujar Bobby kepada wartawan di Medan, Senin (25/8/2025).

Lonjakan harga beras yang menghantui sejumlah daerah di Indonesia kini mendapat respon kilat dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Tidak ingin rakyat Sumut menjadi korban permainan pasar, Bobby langsung “pasang badan”: memastikan stok aman, distribusi tertata, dan aturan harga ditegakkan tanpa kompromi.

“Stok kita aman. Yang penting sekarang bukan sekadar beras menumpuk di gudang, tapi bagaimana beras itu sampai ke meja makan masyarakat dengan harga terjangkau,” tegas Bobby.

Aturan Harga: Tegas dan Mengikat

Bobby menegaskan, seluruh kabupaten/kota di Sumut wajib tunduk pada regulasi harga beras Rp13.100/kg. Tidak boleh ada pedagang yang menjual lebih tinggi, tidak boleh ada spekulan yang menimbun.

“Beras hanya boleh dijual Rp13.100 per kilogram, dalam kemasan 5 Kg, dan maksimal dua sak per masyarakat. Ini bukan imbauan, ini aturan. Kita pastikan harga beras tidak jadi senjata untuk menindas rakyat,” kata Bobby dengan nada penuh tekanan.

Gelontoran 1.000 Ton: Jawaban untuk Kepanikan

Sebagai langkah konkret, Bobby memastikan 1.000 ton beras siap digelontorkan ke pasaran. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut selama dua minggu ke depan, bahkan bisa diperpanjang hingga dua bulan sesuai stok Bulog.

“Stok ini kita distribusikan bertahap. Kita jaga agar rakyat tidak perlu panik, dan spekulan tidak bisa memainkan isu kelangkaan,” jelasnya.

Kolaborasi Tiga Pilar: Pemprov, Bulog, dan BI

Dalam eksekusinya, Bobby tidak bergerak sendirian. Pemprov Sumut berkolaborasi dengan Bulog sebagai penyedia stok dan Bank Indonesia (BI) sebagai pendukung akomodasi distribusi.

“Kita tidak boleh biarkan rakyat resah. Dengan kolaborasi ini, kita jaga stabilitas pasar sekaligus psikologis masyarakat. Kalau stok aman, rakyat tenang, dan dapur tetap berasap,” ucap Bobby.

Nafas Rakyat, Tanggung Jawab Pemerintah

Di mata Bobby, beras bukan sekadar komoditas, tetapi penentu ketenangan setiap rumah tangga.

“Beras adalah napas rakyat kecil. Kalau harganya terguncang, maka guncanglah seluruh rumah tangga. Pemerintah hadir untuk memastikan periuk tetap terisi dan rakyat tidak tercekik oleh harga yang tak terkendali,” pungkasnya.

Menangkal “Menghantui Kelangkaan”

Bobby menutup dengan pernyataan lugas: Sumatera Utara tidak boleh diseret isu kelangkaan yang tengah menghantui daerah lain.

“Kita buktikan bahwa Sumut bisa stabil. Harga terkendali, stok cukup, rakyat tenang. Inilah tugas pemerintah—hadir saat rakyat gelisah,” tutup Bobby.(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini