Harga Sembako Melambung,Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung Tampung Keluhan Masyarakat

0
123

Medan, LINI NEWS – Keresahan masyarakat Kota Medan, khususnya para ibu rumah tangga, kian memuncak seiring dengan meroketnya harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Setiap hari, nilai uang belanja yang dibawa terasa semakin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Situasi ini menjadi potret nyata beban hidup masyarakat kelas menengah ke bawah yang terus terhimpit oleh tekanan ekonomi.

“Saya hanya bisa beli seperlunya. Kadang harus memilih: beli beras, atau beli minyak goreng. Semua mahal sekarang,” keluh Risma (42), warga Helvetia Tengah, usai berbelanja di Pasar Sei Sikambing, Rabu (30/7/2025).

Risma, ibu dua anak, mengaku suaminya bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap. Ia harus berjibaku menyiasati uang belanja yang pas-pasan, sementara kebutuhan terus bertambah: makan sehari-hari, listrik, air, uang sekolah, hingga sewa rumah.

“Kalau terus begini, entah bagaimana kami bisa bertahan. Pemerintah seharusnya hadir di tengah kesusahan rakyat, bukan hanya hadir saat pemilu,” ucapnya getir.

Dame Duma Sari: “Kesejahteraan Bukan Wacana, Tapi Kewajiban Negara”

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung, bersuara tegas. Ia meminta Pemko Medan, khususnya Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar, untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna menahan laju kenaikan harga bahan pokok yang mencekik masyarakat.

“Saya telah menerima keluhan ini berulang kali dalam kegiatan reses maupun sosialisasi Perda. Ini bukan keluhan remeh. Ini jeritan perut yang lapar, ini soal dapur rakyat yang nyaris tak mengepul,” ujar Dame Duma Sari, legislator dari Dapil 1 Medan.

Dame menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah, dan tidak bisa diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar yang kerap tak berpihak pada rakyat kecil.

“Ibu rumah tangga tak butuh janji, mereka butuh solusi. Kesejahteraan bukan wacana, tapi kewajiban negara. Kalau pasar dibiarkan liar tanpa pengawasan dan intervensi, maka rakyat akan terus jadi korban,” tegas Dame.

Desak Intervensi Nyata, Bukan Sekadar Wacana, Dame Desak PUD Pasar Medan untuk:

Melakukan pengawasan harga secara ketat dan berkala di seluruh pasar tradisional,

Menggandeng Bulog untuk penyediaan sembako murah secara rutin di tiap kecamatan,

Memberikan subsidi terbatas pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan telur. “Pemko jangan hanya bangga dengan taman dan estetika kota. Urusan perut rakyat lebih mendesak daripada lampu hias,” kritikh Dame Duma Sari.

“Ketika dapur rakyat tak lagi mengepul, maka negara telah kehilangan rohnya.”

— Dame Duma Sari Hutagalung “Padi tak akan tumbuh dari janji, tapi dari kerja nyata dan keberpihakan.”
Pepatah Batak: “Dengke na metmet do hotang, sai maritop angka sude.”
(Ikan kecil pun kalau kesakitan akan mengibaskan air ke mana-mana — rakyat kecil kalau terjepit akan bersuara.)

Jangan Tunggu Gelombang Kemarahan

Kenaikan harga bahan pokok adalah sinyal bahaya yang tidak bisa dibiarkan berlarut. Pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, wajib hadir sebagai penyejuk di tengah panasnya kegelisahan rakyat.

Suara Dame Duma Sari Hutagalung mewakili jeritan banyak ibu rumah tangga yang tak lagi sanggup mengeluh.

“ Negara harus berpihak pada dapur rakyat, maka sejatinya negara tak membiarkan rakyatnya tenggelam dalam kelaparan.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini