Medan, LINI NEWS – Keluhan warga terkait kerusakan jalan di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, kembali mencuat. Jalan Tirtosari dan Jalan Pertiwi yang sehari-hari menjadi akses utama masyarakat kini rusak parah, bahkan kerap banjir akibat saluran drainase yang tak lagi berfungsi.
Warga menduga, kerusakan itu dipicu oleh truk-truk tronton bertonase berat milik sejumlah perusahaan ekspedisi yang saban hari melintas tanpa memandang waktu. Kondisi ini membuat jalan cepat rusak, menimbulkan kemacetan, dan menambah keresahan warga.
Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Medan, Ahmad Afandi Harahap, saat dirinya menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum di Jalan Tirtosari, Minggu (24/8/2025).
Zaenal, salah seorang warga, mengungkapkan keresahan mendalamnya.
“Jalan Pertiwi itu kecil, hanya untuk roda dua dan roda empat. Tapi puluhan truk lewat setiap hari, menyebabkan jalan cepat rusak. Bahkan kalau jam anak sekolah masuk di SMA Negeri 11 Medan, kemacetan parah selalu terjadi. Kami sudah lelah mengadu kemana-mana, tapi masalah ini tetap saja tak teratasi,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Ahmad Afandi Harahap dengan tegas menyatakan siap memperjuangkan aspirasi rakyatnya. Politisi Demokrat ini berjanji akan segera membawa permasalahan tersebut ke meja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
“Dalam Perda No. 10 Tahun 2021 jelas ditegaskan, setiap orang maupun badan wajib menciptakan ketentraman dan ketertiban umum. Persoalan di Jalan Pertiwi dan Tirtosari adalah bentuk nyata pelanggaran ketertiban. Karena itu, Wali Kota harus serius menindaklanjutinya,” tegas Afandi.
Tak hanya di Medan Tembung, dalam agenda sosialisasi berikutnya di Jalan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, warga juga mengadukan hal serupa: drainase yang mati suri menyebabkan banjir setiap kali hujan deras mengguyur.
Ahmad Afandi menegaskan bahwa dirinya akan mengawal semua aduan warga tanpa terkecuali. Baginya, suara rakyat adalah napas perjuangan legislatif.
“Terimakasih untuk keberanian warga yang mau bersuara. Jangan pernah lelah, karena suara rakyat adalah kebenaran yang tak boleh dipadamkan,” ucapnya penuh semangat.
“Terimakasih juga untuk kepercayaan yang diberikan kepada saya. Selama saya dipercaya di DPRD Medan, saya tidak akan berhenti menyuarakan apa yang menjadi keresahan masyarakat,” tambahnya.
Dengan komitmen tersebut, warga berharap masalah jalan rusak dan drainase tersumbat segera mendapat perhatian nyata dari pemerintah kota. (Nurlince Hutabarat)




