Bupati Humbahas Tinjau Pelebaran Sungai Aek Sibundong, Harapan Baru Mengalir dari Matiti I (satu)

0
202

Dolok Sanggul, LINI NEWS – Sungai Aek Sibundong kembali bergeliat. Di bawah langit sore Desa Matiti I, Kecamatan Doloksanggul, Jumat 11 Juli 2025, deru ekskavator milik Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memecah kesunyian. Lumpur, ranting, dan tumpukan sampah plastik diangkat dari dasar sungai—menandai dimulainya pengerukan dan pelebaran aliran sungai yang selama ini menjadi momok banjir saat musim hujan tiba.

Di tepi sungai yang mulai tertata, Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH hadir langsung meninjau pengerjaan. Ia tak sekadar melihat, tapi turun menyapa warga yang menanti penuh harap. Peninjauan itu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjawab persoalan lingkungan yang sudah lama membebani masyarakat.

“Kita sama-sama melihat sungai ini, banyak sekali sampah plastik ditemukan. Ini perlu perhatian bersama, jangan membuang sampah dengan sembarangan,” ujar Bupati Humbahas kepada warga. “Pinggiran sungai ini bisa ditata dengan baik, yang pada akhirnya sungai ini pun terjaga juga dengan baik. Kita lihat nanti situasi—kalau ada kolaborasi dengan berbagai pihak, akan kita bangun jalan usaha tani.”

Langkah pengerukan sungai ini dilakukan lantaran aliran Aek Sibundong kerap tersumbat akibat sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah, memicu banjir ke lahan-lahan pertanian warga di tiga desa yang dilintasi aliran sungai tersebut. Sebelumnya, warga sudah pernah melakukan gotong-royong membersihkan sungai secara mandiri, namun hasilnya tak optimal tanpa alat berat dan dukungan teknis.

Ramli Simanullang, warga setempat, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Bupati. Baginya, proyek pelebaran sungai ini adalah impian lama masyarakat yang mulai terwujud.

“Kami sangat bersyukur Bapak Bupati datang langsung dan peduli. Besar harapan kami, pengerukan ini dituntaskan pemerintah sesuai dengan aturan dan perencanaan yang baik,” ucap Ramli.

Kegiatan ini tak hanya soal normalisasi aliran sungai, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan—dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Pelebaran Sungai Aek Sibundong menjadi langkah awal. Tapi menjaga agar sungai tetap bersih dan berfungsi baik membutuhkan komitmen berkelanjutan dari semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dan elemen terkait ditantang untuk menjadikan penanganan sungai ini sebagai model kolaborasi lingkungan yang nyata dan berdaya guna.(Salomo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini