Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung : Kesehatan Warga Jangan Dipersulit

0
97

Medan, LINI NEWS – Di tengah kegelisahan warga pascabanjir yang masih menyisakan luka fisik maupun administrasi, Anggota DPRD Kota Medan Dame Duma Sari Hutagalung kembali hadir langsung di tengah masyarakat melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini mengangkat Perda No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, berlangsung pada Minggu (07/12/2025) pukul 14.00 WIB di Jalan Bringin II No.77, Kecamatan Medan Helvetia.

Pada sesi kedua ini, ratusan warga Helvetia tampak antusias mengikuti pemaparan sang legislator yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak masyarakat akar rumput.

Layanan Kesehatan Harus Tanpa Syarat

Dalam penyampaiannya, Dame Duma menegaskan bahwa masyarakat terdampak banjir tidak boleh dipersulit ketika membutuhkan layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

“Saya meminta kepada pihak medis agar melayani masyarakat terdampak banjir dengan sepenuh hati, memberikan solusi, serta tidak mempersulit,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi darurat seperti pascabanjir, prosedur administrasi bukanlah prioritas.

“Semua warga yang datang berobat harus ditangani terlebih dahulu. Berkas bisa menyusul. Yang penting penyakit warga dapat diobati,” ujarnya.

Pendekatan ini mendapat respons positif dari warga yang selama ini merasa terbebani oleh prosedur birokrasi ketika mengakses layanan kesehatan.

Dokumen Adminduk Rusak , Ada Rumah Aspirasi:

Sebagai Bendahara Fraksi Gerindra DPRD Medan, Dame Duma juga menyoroti problem krusial lain: banyaknya dokumen kependudukan seperti KK dan KTP yang rusak akibat banjir.

Ia membuka Rumah Aspirasi Dame Duma Sari Hutagalung sebagai pusat bantuan warga Helvetia untuk pemulihan administrasi kependudukan.

“Silakan datang ke rumah aspirasi di Jalan Bringin II. Kami bantu pengurusannya ke Disdukcapil Medan. Karena tanpa KK dan KTP, warga akan sulit mengurus pelayanan kesehatan dan layanan penting lainnya,” jelasnya.

Komitmen tersebut memperlihatkan upaya konkret Dame Duma untuk memastikan semua warga mendapatkan akses penuh terhadap hak-hak dasar mereka.

Acara Berlangsung Aman dan Penuh Antusias

Sosperda berlangsung aman dan kondusif. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian souvenir kepada ratusan warga yang hadir.
Keberadaan Dame Duma kembali memperkuat kesan bahwa ia adalah figur wakil rakyat yang turun langsung, mendengar langsung, dan bertindak langsung.

Dame Duma Sari Hutagalung:

(gaya bahasa tegas, elegan, dan berkarakter kepemimpinan)

“Kesehatan warga tidak boleh ditunda hanya karena selembar berkas.”

“Ketika banjir merampas kenyamanan, negara harus hadir memulihkan hak.”

“Rumah Aspirasi bukan sekadar tempat, tetapi janji bahwa rakyat tidak dibiarkan sendirian.”

“Pelayanan kesehatan harus mengobati tubuh dan menghormati martabat.”

“Administrasi boleh menyusul, tetapi nyawa harus diutamakan.”

“Birokrasi tidak boleh menjadi dinding yang menghalangi bantuan bagi rakyat kecil.”

“Jika masyarakat diuji bencana, pemerintah wajib menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.”

Jika Anda ingin versi yang lebih “hot”, lebih politis, atau disesuaikan dengan angle publikasi tertentu, saya siap menyempurnakan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini