Anggota DPRD Dr. Lily, MBA Tegaskan “Kesehatan Warga Harga Mati” Di Tengah Ancaman Banjir Susulan

0
136

Medan, LINI NEWS – Cuaca Kota Medan masih berayun tak menentu. Hujan yang turun tanpa pola bukan hanya meninggalkan genangan, tetapi juga kecemasan mendalam bagi warga yang sempat diterjang banjir pada akhir November. Trauma belum reda, kini masalah kesehatan mulai mengintai: penyakit kulit, ISPA, hingga demam menyerang sejumlah warga terdampak.

Merespons ancaman ini, Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Lily, MBA, tampil tegas. Ia menekankan perlunya kesiapsiagaan total dari Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit agar pelayanan kesehatan pascabanjir benar-benar maksimal.

Dalam Sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Sabtu (6/12) di Jalan Pertempuran No.60 D No.67, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan pesan kuat untuk warga dan jajaran pemerintah.

SUASANA ACARA

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan Imamumalim Nasution, Bhabinkamtibmas Dhany A, dr. Trisna Haryanti dari Dinas Kesehatan Medan, Rahmansyah selaku Babinsa, serta jajaran Kecamatan Medan Barat dan masyarakat Pulo Brayan Kota.

LILY TEGASKAN KESIAPSIAGAAN LAYANAN KESEHATAN

Lily menyoroti bahwa curah hujan yang tinggi berpotensi memicu banjir susulan, sehingga respon kesehatan harus bersifat “siaga 24 jam”.

“Kota Medan masih diguyur hujan. Warga korban banjir masih trauma. Karena itu, dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit harus siaga memberikan pelayanan kapan pun masyarakat membutuhkannya,” tegas Lily.

Ia juga meminta warga tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan dekat aliran sungai.

“Kalau hujan deras turun, segera lihat situasi. Amankan keluarga dan barang-barang penting bila kondisi mengkhawatirkan,” ujarnya.

UHC: WARGA TAK PERLU TAKUT BIAYA BEROBAT

Di hadapan ratusan warga, Lily menekankan bahwa Pemko Medan melalui program Universal Health Coverage (UHC) telah membuka akses layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP Medan, tanpa harus memiliki kartu BPJS.

“Selama sudah tercatat sebagai warga Kota Medan, kalian bisa berobat ke puskesmas, rumah sakit, hingga klinik yang bekerja sama dengan BPJS. Tidak harus punya kartu BPJS,” jelasnya.

PERDA KESEHATAN: TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Lily juga menegaskan bahwa Perda No.4 Tahun 2012 mengatur bahwa layanan kesehatan bersifat rujukan bertingkat, dengan rumah sakit umum daerah sebagai pusat layanan.

“Sistem kesehatan kota adalah tanggung jawab kita bersama — pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujarnya.

DR. LILY, MBA

Berikut tujuh pernyataan kunci yang mencerminkan ketegasan dan kepeduliaannya kepada masyarakat:

“Kesehatan warga adalah harga mati yang tidak boleh ditawar.”

“Siaga bukan pilihan, tetapi kewajiban ketika banjir mengancam.”

“Trauma warga harus dijawab dengan pelayanan yang cepat dan manusiawi.”

“Musim hujan adalah ujian, dan ketangguhan kita diuji di saat genting.”

“Pemerintah wajib hadir sebelum, saat, dan setelah bencana.”

“KTP Medan adalah tiket kesehatan gratis — jangan ragu berobat.”

“Membangun kesehatan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.”

Mengakhiri kegiatan, Lily menyampaikan empati mendalam kepada warga korban banjir dan berharap masyarakat tetap tangguh menghadapi cuaca yang tidak menentu.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini