Medan, LINI NEWS – Komitmen Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., kembali diuji dan ditegaskan dalam Reses V Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungan V Simpang Pelita, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Sabtu (21/2/2026).
Sejak Pukul 14.00 WIB, ratusan warga memadati lokasi.
Mereka datang bukan sekadar menghadiri agenda formal, tetapi membawa harapan, kegelisahan, sekaligus tuntutan:
Bantuan sosial yang tepat sasaran, keamanan lingkungan yang terjamin, dan infrastruktur yang layak.
Reses: Ruang Aspirasi, Bukan Seremonial
Dalam sambutannya, Antonius menegaskan bahwa reses bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ruang perjuangan aspirasi rakyat.
Ia meminta seluruh warga menuliskan keluhan dan usulan pada lembar aspirasi yang telah dibagikan agar setiap persoalan tercatat, terdata, dan dapat diperjuangkan melalui jalur anggaran maupun koordinasi lintas OPD.
“Aspirasi yang ditulis adalah janji yang harus diperjuangkan.”
“Wakil rakyat yang diam adalah pengkhianat harapan.”

Polemik Bantuan Sosial:
Administrasi dan Fakta Lapangan
Dalam sesi dialog, warga bernama Ika Chairia mempertanyakan hak bantuan sosial bagi warga yang telah pindah domisili ke Kabupaten Deli Serdang, namun masih memegang KTP dan KK Kota Medan.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Indra, menjelaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 108 Tahun 2019 dan Perpres Nomor 96 Tahun 2018, bantuan sosial hanya diberikan kepada warga yang secara administratif dan faktual berdomisili di Kota Medan.
Jika saat pendataan warga tidak ditemukan di alamat terdaftar, bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang benar-benar tinggal di wilayah tersebut.
Antonius menegaskan pentingnya kejujuran data.
“Data yang jujur melahirkan keadilan yang utuh.”
“Bantuan sosial bukan soal siapa cepat, tetapi siapa yang benar-benar berhak.”
Begal dan Lampu Jalan Padam: Ancaman Nyata
Keluhan berikutnya datang dari Ramadhan, Kepala Lingkungan 15 Pulo Brayan Kota, yang menyoroti maraknya aksi begal di kawasan Jalan Pertempuran.

Ia meminta pemasangan CCTV serta perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang banyak padam.
Ustaz Khairuddin bahkan menduga ada oknum yang sengaja mematikan lampu jalan, sehingga wilayah menjadi rawan begal dan peredaran narkoba.
Situasi ini dinilai bukan lagi persoalan teknis, melainkan persoalan keselamatan warga.
“Ketika lampu padam, rasa aman ikut redup.”
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi kesadaran kolektif masyarakat.”
Sikap Tegas Antonius: Satu Minggu Harus Menyala
Menanggapi persoalan tersebut, Antonius Tumanggor bersikap tegas. Ia menekankan bahwa koordinasi TNI dan Polri harus didukung partisipasi aktif warga, terutama dalam memerangi narkoba.
Terkait LPJU di Jalan Pertempuran, ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.
“Paling lambat satu minggu, lampu jalan harus kembali menyala.”
“Jangan biarkan kegelapan menjadi ruang nyaman bagi kejahatan.”
Perwakilan Dishub Medan, Reza, mengakui permintaan pemasangan CCTV meningkat sejak 2025, namun terkendala keterbatasan anggaran. Harapannya, pada 2026 penambahan CCTV dan LPJU di wilayah rawan kriminal dapat terealisasi.
Infrastruktur dan Pendidikan: Komitmen Anggaran
Tak hanya soal keamanan, Antonius juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menganggarkan renovasi SMP Negeri 11 Medan serta rehabilitasi sejumlah puskesmas.
Ia mengingatkan warga untuk taat membayar retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), karena pembangunan daerah memerlukan partisipasi semua pihak.
“Pembangunan bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang kesadaran.”
Lurah P Brayan Kota, Rivai Ramadhan Harahap, Apresiasi Pelajsanaan Reses
Dukungan Pemerintah Kelurahan dan Elemen Masyarakat
Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Ramdhana Harahap, mengapresiasi pelaksanaan reses dan mengajak warga memanfaatkan forum tersebut secara terbuka.
Pada dua sesi reses, Antonius juga menyerahkan bantuan tong sampah kepada rumah-rumah ibadah di Kelurahan Pulo Brayan Kota dan Glugur Kota sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan lingkungan.

Reses turut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Partai NasDem Kecamatan Medan Barat, pengurus Sopo ATRestorasi Bersatu Kota Medan, serta ratusan warga dan tamu undangan.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan pembagian nasi serta kue kotak kepada peserta.
Tujuh Mutiara Kata dari Reses Pulo Brayan Kota
“Aspirasi yang ditulis adalah janji yang harus diperjuangkan.”
“Wakil rakyat yang responsif adalah pembawa harapan.”
“Data yang jujur melahirkan keadilan yang utuh.”
“Bantuan sosial bukan soal siapa cepat, tetapi siapa yang benar-benar berhak.”
“Ketika lampu padam, rasa aman ikut redup.”
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi kesadaran kolektif masyarakat.”
“Jangan biarkan kegelapan menjadi ruang nyaman bagi kejahatan.”
Reses ini bukan sekadar agenda rutin.
Di Pulo Brayan Kota, suara rakyat menggema—dan Antonius Tumanggor berdiri mantap di garis depan, memastikan aspirasi tak berhenti sebagai keluhan, melainkan berubah menjadi kebijakan dan tindakan nyata.
(Nurlince Hutabarat)




