Warga Kelurahan Babura Medan Baru Mengeluhkan Banjir, Wali Kota Medan Rico Waas Minta Normalisasi Sungai dan Drainase Dilakukan Rutin

0
43

Medan, LINI NEWS — Ketika Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Dalam kegiatan Sapa Warga yang digelar di Jalan Sei Bahorok, Sabtu (1/11/2025), Wali Kota menginstruksikan agar normalisasi sungai dan pengerukan drainase dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Pengerukan sungai ini harus dilakukan secara berkala, terutama di musim penghujan, agar sedimen yang menumpuk di aliran sungai maupun drainase tidak menimbulkan banjir di pemukiman warga,” ujar Wali Kota Medan dengan tegas.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dan Kecamatan Medan Baru, dengan tetap berkoordinasi dan meminta izin kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai otoritas pengelola sungai.

Kolaborasi Cepat: Excavator Turun ke Sungai

Menjawab keluhan warga bernama Hirma Pohan mengenai banjir yang sering terjadi, Wali Kota langsung meninjau lokasi dan memastikan alat berat excavator sudah dikerahkan ke aliran sungai Sei Bahorok untuk melakukan pengerukan.

“Alhamdulillah, excavator sudah bekerja di dalam sungai untuk menarik sedimen. Ini bentuk kerja nyata kita bersama BWS agar masalah banjir segera teratasi,” jelas Rico.

Menurutnya, meskipun sungai berada di bawah kewenangan BWS, Pemko Medan tidak akan tinggal diam.
“Normalisasi ini kita lakukan sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat. Setelah izin diberikan, kita langsung turun tangan. Ini bukan kegiatan simbolis, tapi aksi nyata untuk kepentingan warga,” ungkapnya.

Turut mendampingi Wali Kota Medan dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kepala Inspektorat Erfin Fachrur Razi, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadisdukcapil Baginda P. Siregar, Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan, dan Camat Medan Baru Frans Siahaan.

Solusi Cerdas: Pintu Klep Anti “Water Back”

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Dinas SDABMBK akan memasang pintu klep di drainase yang terhubung ke sungai.
Tujuannya, agar saat air sungai meluap, air tidak kembali masuk ke saluran drainase dan merendam rumah warga.

“Pintu klep ini akan mulai dikerjakan pertengahan November. Dengan sistem ini, air dari drainase bisa mengalir ke sungai, tapi tidak bisa kembali lagi ke rumah warga. Jadi tidak ada lagi ‘water back’,” jelasnya.

Sorotan Warga: Lampu Jalan dan Keamanan

Dalam dialog yang berlangsung hangat, sejumlah warga juga menyampaikan keluhan lain, seperti minimnya penerangan jalan umum (PJU) dan masalah keamanan lingkungan.

Nania, warga Gang Aman Lingkungan II, menuturkan bahwa lingkungannya masih gelap karena belum ada tiang dan lampu penerangan.
“Dengan swadaya, kami sudah pasang tapak tiang, tapi belum ada tiang dan lampu. Mohon perhatian Bapak Wali Kota,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota langsung menginstruksikan Kadis Perhubungan untuk menindaklanjuti laporan warga.
“Lampu jalan itu hak masyarakat. Jika ada yang mati, segera laporkan. Petugas akan turun mengecek dan memperbaiki,” ujar Rico. Ia juga menegaskan akan memeriksa apakah pengadaan tiang lampu sudah masuk dalam Musrenbang agar segera direalisasikan.

Sementara itu, warga lain bernama Mardianto mengeluhkan adanya aktivitas narkoba di sekitar lingkungannya. Wali Kota pun langsung mengeluarkan instruksi tegas.

“Saya minta Camat segera aktifkan kembali poskamling dan siskamling. Kita juga akan libatkan TNI–Polri, terutama Polsek dan Koramil, untuk menjaga keamanan wilayah. Medan Baru harus aman dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Kinerja Kecamatan: 90 Ton Sedimen Diangkat dari Drainase Babura

Camat Medan Baru Frans Siahaan melaporkan bahwa pihaknya bersama Dinas SDABMBK telah melakukan pembersihan dan normalisasi drainase sejak September hingga Oktober.
“Selama dua bulan, kami telah mengangkut 274,16 meter kubik atau sekitar 90 ton sendimentasi dari drainase di beberapa titik Kelurahan Babura,” ujarnya.

Hari itu, kegiatan gotong royong juga difokuskan pada pembersihan aliran Sungai Sei Putih sepanjang 220 meter, bekerja sama dengan BWS.

Rico Waas: “Kami Pelayan Rakyat, Bukan Penguasa”

Menutup kegiatan Sapa Warga, Wali Kota Medan menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang nyata untuk mendengarkan aspirasi dan menyelesaikan persoalan warga di lapangan.

“Interaksi ini tidak berhenti di sini. Semua keluhan akan diteruskan ke dinas terkait. Prinsip kami jelas — kami ini pelayan rakyat, bukan penguasa,” pungkasnya.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas:

“Pemerintah tidak boleh menunggu, tapi harus mendahului — karena keluhan rakyat tak pernah punya waktu tunggu.”

“Banjir bisa datang dari hujan, tapi sering juga dari kelalaian kita yang tidak mau membersihkan.”

“Normalisasi sungai bukan pekerjaan sehari, tapi tanggung jawab seumur jabatan.”

“Pelayanan publik adalah tindakan nyata, bukan wacana rapat.”

“Kota yang bersih bukan karena alat beratnya banyak, tapi karena warganya mau bergotong royong.”

“Cahaya kota tak hanya dari lampu jalan, tapi juga dari kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.”

“Kami datang bukan untuk berkuasa, tapi untuk bekerja — agar Medan menjadi rumah yang nyaman bagi semua.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini