Medan, LINI NEWS – Dalam sebuah perhelatan yang sarat makna dan semangat kebangkitan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyerukan agar kaum perempuan tampil sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa dan kota Medan yang bertuah.
“Perempuan adalah tiang peradaban. Dari tangan-tangan perempuan lahir generasi unggul yang akan meneruskan perjuangan bangsa,” tegas Rico Waas dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan, Andy Mario, pada Pelantikan dan Deklarasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Utara di Tiara Convention Hall Medan, Senin (27/10).
Acara yang penuh energi perempuan ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP PIM Lana T. Koentjoro, Pembina DPP PIM dan pendiri Bunda Foundation Hj. Bunda Indah, Martinijal Zakiyuddin Harahap, Ketua DPD PIM Sumut Hj. Maya Zaimita, dan para tokoh perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
“Perempuan bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan penulis masa depan bangsa.”
Dalam pesannya, Rico Waas menekankan bahwa ketahanan sosial masyarakat bermula dari peran perempuan dalam keluarga.
“Pertahanan terkuat datang dari lingkaran terdekat — keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai keimanan.”

Ia menyoroti bahwa perjuangan sejati perempuan dimulai dari rumah, tempat nilai-nilai moral, karakter, dan semangat kebangsaan ditanamkan sejak dini untuk melawan tantangan zaman — dari penyalahgunaan narkoba hingga dekadensi moral remaja.
“Bangsa yang kuat dimulai dari pangkuan seorang ibu yang teguh dan berjiwa merdeka.”
“Ketika perempuan bangkit, bangsa tak akan pernah runtuh.”
Rico juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang hadir dengan semangat solidaritas dan visi kemajuan.
Menurutnya, PIM adalah simbol kebangkitan perempuan Indonesia modern — yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara moral dan spiritual.
“Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi seperti Perempuan Indonesia Maju, kita membangun Medan yang berbudaya, energik, ramah, tertib, unggul, aman, dan humanis. Ini adalah arah kita menuju Medan yang bertuah, maju, dan berkelanjutan,” ujar Rico penuh optimisme.
“Kemajuan tidak akan lahir dari kekuatan semata, tetapi dari kasih yang menggerakkan.”
“Setiap perempuan adalah lentera — ia menyala agar dunia tak tenggelam dalam gelap.”
“Ketika perempuan berani bermimpi, bangsa menemukan arah baru untuk maju.”
Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, Ketua Umum DPP PIM Lana T. Koentjoro memimpin langsung prosesi pelantikan Dewan Pengurus Daerah PIM Sumatera Utara Periode 2025–2030. Acara juga ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan.

Rico Waas menegaskan, keberadaan organisasi seperti PIM bukan sekadar simbol, tetapi energi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Semoga organisasi ini menjadi wadah yang menguatkan peran perempuan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan. Mari kita terus bersinergi demi kemajuan bangsa dan Kota Medan yang kita cintai,” pungkasnya.
“Jangan biarkan pundakmu diremehkan — di sanalah masa depan bangsa bertumpu.”
“Kekuatan perempuan bukan pada suara kerasnya, tapi pada keteguhan hatinya.”
“Seorang perempuan yang berdaya adalah revolusi yang berjalan dalam diam.”
“Perempuan maju bukan untuk melawan laki-laki, tetapi untuk berdiri sejajar dalam memajukan bangsa.”
Dengan semangat “Perempuan Bangkit, Bangsa Maju”, Wali Kota Medan mengajak seluruh perempuan di kota ini untuk terus bergerak, berkarya, dan menginspirasi.
Dari Medan, gema perjuangan perempuan kini menggema — menyalakan obor kemajuan bangsa dari hati yang tulus dan tangan yang bekerja tanpa pamrih.
(Nurlince Hutabarat)




