Medan, LINI NEWS – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa olahraga kemasyarakatan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat modern yang semakin individualis.
Hal itu disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara, Rabu (18/3/2026) di Jalan Yos Sudarso Km 9,6 Kecamatan Medan Deli.
Kegiatan tersebut turut dihadiri antara lain Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek dan Ketua Umum KORMI Sumut Muhammad Daffasya Adnan Sinik.
Menurut Rico Waas, Pemerintah Kota Medan berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan olahraga kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong aktivitas fisik inklusif di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, keberadaan KORMI memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Jika KONI berfokus pada pembinaan atlet untuk meraih prestasi, maka KORMI lebih menitikberatkan pada olahraga yang dilakukan masyarakat sehari-hari.
“Olahraga kemasyarakatan seperti senam, inline skate, skateboard hingga permainan tradisional seperti egrang dan lompat tali perlu terus dihidupkan kembali. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya,” ujarnya.
Rico Waas juga menyoroti pentingnya olahraga sebagai media sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga.
Di tengah ketergantungan terhadap gawai, kegiatan luar ruang seperti Car Free Day (CFD) dinilai menjadi ruang interaksi yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
Untuk itu, ia mendorong adanya langkah strategis ke depan, termasuk penyusunan program tahunan yang terstruktur antara Pemko Medan dan KORMI.
Selain itu, pelibatan generasi muda dinilai menjadi kunci penting dalam mengembangkan olahraga kemasyarakatan agar lebih dinamis dan berkelanjutan.
“Olahraga kemasyarakatan bukan sekadar gerak tubuh, tetapi gerakan hati untuk membangun kebersamaan.”
“Di lapangan olahraga, tidak ada sekat jabatan dan perbedaan; yang ada hanyalah semangat persaudaraan.”
“Masyarakat yang gemar berolahraga adalah masyarakat yang sedang menanam benih sehat, kuat, dan produktif.”
“Olahraga kemasyarakatan mengajarkan kita bahwa kesehatan adalah kekayaan, dan kebersamaan adalah kekuatan.”
“Melalui olahraga, masyarakat tidak hanya memperkuat jasmani, tetapi juga merawat persatuan.”
“Setiap langkah dalam olahraga kemasyarakatan adalah langkah menuju hidup yang lebih sehat, harmonis, dan bahagia.”
“Olahraga kemasyarakatan adalah jembatan yang menyatukan warga, menumbuhkan solidaritas, dan memperkuat semangat gotong royong.”
“Sinergi yang kuat antara pemerintah dan KORMI diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang sehat, berpikiran positif, dan memiliki mental yang baik,” imbuh Rico Waas mengakhiri.
(Salomo Simorangkir)




