Deli Serdang, LINI NEWS — Di tengah derasnya banjir yang melanda Kecamatan Batang Kuis, kepedulian Polda Sumatera Utara tidak berhenti pada laporan di meja kerja. Pada Selasa (02/12/2025) pukul 12.00 WIB, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menugaskan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., untuk memimpin langsung peninjauan lapangan di Posko Tanggap Bencana Desa Sugiharjo, wilayah hukum Polresta Deli Serdang.
Wakapolda turun tidak hanya sebagai pimpinan, tetapi sebagai penggerak moral bagi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia hadir bersama para Pejabat Utama Polda Sumut, memeriksa kesiapan fasilitas posko, serta memastikan seluruh proses darurat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Peninjauan Menyeluruh: Dari Dapur Umum hingga Pendataan Korban
Setiba di lokasi, Brigjen Rony Samtana langsung bergerak menyusuri posko dan fasilitas pendukung:
Tenda pengungsian dan kapasitas penampungan
Dapur umum dan distribusi makanan
Layanan kesehatan darurat
Sistem pendataan warga, termasuk kelompok rentan
Tata kelola logistik dan kebutuhan prioritas
Dengan gaya kepemimpinan tegas namun humanis, ia memastikan setiap titik berfungsi maksimal.
“Polri harus menjadi sandaran saat rakyat berada dalam kesulitan,” tegasnya kepada para personel yang bertugas.
Serahkan Bantuan untuk Warga: Wujud Kepedulian Polda Sumut
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda Sumut menyerahkan paket bantuan berisi:
Beras
Mie instan
Minyak goreng
Gula
Makanan siap saji
Kebutuhan bahan pokok lainnya
Bantuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar meringankan beban warga yang menjadi korban banjir.
Perintah Tegas: Tingkatkan Sinergi & Kesiapsiagaan
Kepada personel gabungan Polresta Deli Serdang, BPBD, TNI, dan unsur pemerintah daerah, Wakapolda menekankan pentingnya kerja terkoordinasi dan respons cepat.
“Cuaca ekstrem masih berlangsung. Tidak boleh ada kelambatan. Setiap menit berarti untuk keselamatan masyarakat.”
Brigjen Rony Samtana di Tengah Bencana:
Dalam peninjauan itu, Wakapolda Sumut meninggalkan tujuh pesan kuat—yang kemudian dikenal sebagai kompas moral bagi seluruh tim penanggulangan:
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus kita jaga.”
“Kecepatan bertindak adalah bentuk kasih sayang kita kepada masyarakat.”
“Dalam bencana, solidaritas bukan pilihan, tetapi kewajiban.”
“Polri harus hadir sebelum diminta, bekerja sebelum diperintah.”
“Setiap warga yang terdampak adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama.”
“Kerja terintegrasi adalah kunci agar bantuan tiba di tempat yang tepat.”
“Kami tidak akan meninggalkan lokasi sampai situasi benar-benar pulih.”
Tujuh kalimat itu menjadi roh yang menghidupkan seluruh operasi lapangan.
Serap Aspirasi Warga: Kepolisian Turun Mendengar, Bukan Sekadar Melihat
Brigjen Rony Samtana juga berdialog dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan dan kebutuhan mendesak mereka. Suara warga dicatat sebagai dasar langkah cepat berikutnya—mulai dari perbaikan akses, distribusi logistik, hingga pengamanan wilayah banjir.
Harapan Warga: Pemulihan Lebih Cepat, Kehidupan Kembali Normal
Kehadiran langsung Polda Sumut membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Sugiharjo. Warga berharap bantuan terus mengalir dan pemulihan berjalan lebih cepat.
Polda Sumut menegaskan bahwa mereka akan terus memperkuat kehadiran dan pelayanan hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih dan aman untuk ditempati kembali. (Nurlince Hutabarat)




