Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala: “Kita Tidak Boleh Kalah, Stunting Adalah Musuh Masa Depan Anak”

0
157

Dairi, LINI NEWS – Dengan semangat muda yang menyala, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menegaskan komitmennya dalam perang melawan stunting. Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Fatmawati, bersama jajarannya, Jumat (22/8/2025) di ruang rapat Bupati Dairi.

Audiensi yang dirangkai dengan evaluasi capaian program semester I tahun 2025 itu membahas berbagai Quick Win BKKBN, mulai dari Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), hingga Sidaya (Lansia Berdaya). Namun isu stunting menjadi sorotan utama.

Fatmawati mengingatkan bahwa angka prevalensi stunting di Sumut masih memprihatinkan. “Target nasional 14%, namun Sumut justru mengalami kenaikan di 2024. Meski begitu, ada daerah yang berhasil menurunkan angka stunting seperti Labuhan Batu Utara. Semangat itu harus menular ke Dairi,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) akan digerakkan lewat gotong royong lintas pihak – pemerintah, swasta melalui dana CSR, dan masyarakat peduli.

Mendengar itu, Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala menjawab dengan nada tegas sekaligus penuh motivasi:

“Stunting adalah alarm bagi kita semua. Ia bukan hanya soal gizi, tapi soal generasi, masa depan, dan martabat daerah ini. Kita tidak boleh kalah. Sinergi adalah kunci, dan saya pastikan Dairi berdiri di garda terdepan melawannya.”

Ia menegaskan bahwa Pemkab Dairi terus bergerak dengan program konkret lintas sektor, mulai dari penguatan kelembagaan hingga pendampingan keluarga.

“Kami percaya, jika pemerintah, BKKBN, dan masyarakat bergerak bersama, stunting akan kita tekan secepatnya. Anak-anak Dairi harus tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Itu adalah tanggung jawab sejarah kita,” ujar Wahyu penuh optimisme.

Pertemuan berlangsung penuh semangat, menghadirkan jajaran penting Pemkab Dairi, termasuk Sekda Surung Charles Bantjin, Kadis P3AP2KB Ruspal Simarmata, serta para Penyuluh KB yang menjadi ujung tombak di lapangan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini