Telan Rp497 Miliar, Anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor Sebut Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Tidak Sesuai Harapan, Masih Bocor, Banjir dan Belum Tuntas

0
164

Medan, LINI NEWS – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang menghabiskan anggaran fantastis Rp497 miliar dari APBD Kota Medan melalui skema multiyears kembali menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi ikon kebanggaan kota, hasil pembangunan justru dinilai jauh dari harapan, sarat persoalan teknis, dan belum sepenuhnya rampung.

“Anggaran besar tidak otomatis melahirkan kualitas, bila pengawasan dibiarkan pincang.”
Sorotan keras itu datang dari Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, yang secara terbuka mempertanyakan akuntabilitas proyek bernilai ratusan miliar tersebut.

Fakta Lapangan: Bocor, Banjir, dan Fasilitas Belum Siap

Dalam Rapat Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perkimcitaru, Antonius menegaskan bahwa kondisi Lapangan Merdeka tidak mencerminkan proyek yang telah selesai, Senin (5/1/2026),

Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya saat berada di lokasi pada malam hari ketika hujan turun
.
“Saya melihat sendiri plafon bocor, air masuk ke dalam bangunan. Ini bukan laporan, ini pengalaman langsung,” tegasnya.

Tak hanya itu, Antonius juga menyinggung banjir besar 27 November 2025 yang menurutnya memperlihatkan buruknya sistem drainase di kawasan tersebut.

“Bangunan boleh megah, tapi jika kalah oleh hujan, maka ada yang salah sejak perencanaan.”

Belum Tuntas di Banyak Sisi
Politisi Partai NasDem itu menegaskan, persoalan Lapangan Merdeka bukan isu sepele.

Ia menyebut masih banyak bagian yang belum selesai, mulai dari:

Plafon yang masih bocor

Drainase tidak terarah

Bagian belakang panggung belum rampung

Eskalator belum optimal

Kamar mandi dan untuk pedagang belum siap

“Proyek boleh diklaim selesai, tapi kebenaran selalu berbicara di lapangan.”
Dampak Lebih Luas: Banjir dan Nasib Warga

Tak berhenti pada Lapangan Merdeka, Antonius turut menyoroti masalah banjir Kota Medan yang tak kunjung teratasi, termasuk pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas pembayarannya.

Ia mempertanyakan keadilan bagi warga yang terdampak.

“Pembangunan tidak boleh berdiri di atas air mata rakyat.”

Sebagai contoh, Antonius menyebut kawasan tempat tinggalnya di Sei Agul yang terendam banjir hingga 1,5 meter.

“Warga menjadi korban, sementara solusi konkret tak kunjung hadir.”

Jawaban Dinas Dinilai Normatif
Menanggapi kritik tersebut, Kadis Perkimcitaru Kota Medan, Jhon Ester Lase, menyatakan bahwa proyek Lapangan Merdeka secara prinsip telah selesai dan saat ini berada dalam masa pemeliharaan. Ia berdalih adanya gangguan akibat banjir November 2025.

“Air masuk dari pintu depan, lampu mati sehingga pompa tidak berfungsi. Setelah dicek, tidak ada masalah,” ujarnya singkat.

Ia bahkan menyebut persoalan tersebut telah selesai dan hanya membutuhkan penambahan pompa.
Antonius: Ini Fakta, Bukan Asumsi
Pernyataan tersebut justru memicu respons keras dari Antonius.

“Saya lihat sendiri, plafon masih bocor. Di belakang panggung belum selesai. Eskalator, kamar mandi, tenant pedagang belum siap. Ini fakta, bukan asumsi,” ungkapnya lantang.

“Jika proyek ratusan miliar masih bocor, maka yang bocor bukan hanya plafon, tapi juga nurani pengelolanya.”

Pertanyaan Publik Menggantung
Dengan berbagai temuan tersebut, proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan kembali dipertanyakan, baik oleh DPRD maupun publik luas.

“Selesai di atas kertas bukan jaminan selesai di lapangan.”

Kini, satu pertanyaan besar menggantung di ruang publik:

Apakah revitalisasi Lapangan Merdeka Medan benar-benar selesai, atau hanya tampak selesai dalam laporan administrasi?
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini