Medan, LINI NEWS – Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tampak begitu kuat dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri mencapai dua ribu warga yang memadati lokasi acara.
Hadir sebagai narasumber dan tokoh utama dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, narasumber kebangsaan Drs Alboin Sidauruk, serta Camat Medan Barat Maswan Harahap ST
Turut hadir Sekretaris Camat Medan Barat Erwin Munthe, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan S.Sos MIKom, Lurah Sei Agul Kecamatan Medan Barat kepala lingkungan Timbul Siahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta anggota Sopo ATRestorasi.
Antonius Tumanggor: Pancasila Harga Mati
Dalam sambutannya, Antonius Tumanggor menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri sendiri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurutnya, wawasan kebangsaan Indonesia berlandaskan empat pilar utama bangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengajak masyarakat Sei Agul untuk terus menjaga budaya gotong royong yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak dahulu.
“Gotong royong harus terus hidup di tengah masyarakat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, gotong royong juga memperkuat persaudaraan dan keamanan lingkungan. Jangan lupa juga melaksanakan kewajiban sebagai warga negara, termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pancasila harga mati. Medan satu untuk semua,” tegas Antonius yang disambut tepuk tangan meriah peserta.
Antonius juga menjelaskan tujuan wawasan kebangsaan, antara lain:
Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Menjaga keutuhan NKRI.
Mendorong sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama warga negara.
Camat Medan Barat Ajak Warga Perkuat Persatuan
Camat Medan Barat, Maswan Harahap, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai benteng dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, masyarakat harus terus meningkatkan pemahaman kebangsaan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks, termasuk paham radikalisme yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.
“Melalui pemahaman wawasan kebangsaan yang baik, kita dapat menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bersama-sama,” ujarnya.

Alboin Sidauruk Paparkan Sejarah dan Pentingnya Menjaga NKRI
Narasumber Alboin Sidauruk yang dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia pemerintahan menjelaskan bahwa keutuhan Indonesia merupakan hasil perjuangan dan konsensus besar para pendiri bangsa.
Ia mengulas perjalanan sejarah bangsa mulai dari lahirnya Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga berbagai perjalanan bangsa yang memperkuat persatuan Indonesia.
Menurut Alboin, meskipun wilayah Indonesia dipisahkan oleh lautan dan terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama, seluruh elemen bangsa sepakat untuk tetap bersatu dalam bingkai NKRI.
Mantan Kepala Dinas P2K Kota Medan tersebut juga mengibaratkan wawasan kebangsaan seperti kehidupan dalam rumah tangga.
“Sebagaimana suami dan istri harus memiliki cara pandang yang sama untuk menjaga keutuhan keluarga, demikian pula seluruh rakyat Indonesia harus memiliki cara pandang kebangsaan yang sama untuk menjaga keutuhan negara,” jelasnya.
Alboin juga memberikan apresiasi kepada Antonius Tumanggor yang dinilainya memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Sei Agul dan wilayah Medan Barat secara umum.
“Pak Antonius Tumanggor menunjukkan kepedulian yang serius terhadap masyarakat. Semangat kebersamaan dalam pembinaan dan pengawasan kebangsaan harus terus kita perkuat karena Pancasila adalah harga mati,” ungkapnya.
Dialog Interaktif Bersama Warga
Pada sesi diskusi, tiga peserta yakni Hendra, Rizky, dan seorang wartawan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar pendidikan moral Pancasila, tantangan menjaga keutuhan NKRI, serta implementasi nilai-nilai kebangsaan di era digital.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Alboin menekankan bahwa pendidikan karakter dan moral Pancasila harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri, tanggung jawab, serta pemahaman hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Menurutnya, Indonesia Emas hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman budaya daerah, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika setiap keluarga mampu menanamkan nilai moral Pancasila kepada generasi muda, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” tegasnya.

Penyerahan Starter Kit dan Foto Bersama
Sebagai penutup kegiatan, Anggota DPRD Kota Medan Antonius Tumanggor, Camat Medan Barat Maswan Harahap, dan Alboin Sidauruk menyerahkan starter kit kepada tiga peserta yang aktif dalam sesi dialog. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga persatuan bangsa.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme serta nilai-nilai Pancasila masih hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Medan.

Tujuh Mutiara Kata Kebangsaan
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi pedoman hidup dalam keberagaman.”
“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia.”
“Gotong royong adalah jembatan yang menghubungkan perbedaan menjadi kebersamaan.”
“Cinta tanah air dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.”
“Keutuhan NKRI adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.”
“Toleransi adalah kunci menjaga harmoni dalam masyarakat yang majemuk.”
“Indonesia akan kuat jika rakyatnya mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.”
(Nurlince Hutabarat)





