Medan, LINI NEWS – Dalam semangat memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan lembaga legislatif, Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B menerima audiensi jajaran DPC Sopo ATRestorasi Bersatu Kota Medan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC, Osril Limbong, di ruang kerja Ketua DPRD Medan, Rabu (12/11/2025).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menandai semangat baru kolaborasi antara ormas dan lembaga legislatif dalam membangun Kota Medan yang lebih maju dan inklusif.
Osril Limbong: Dari Tim Pemenangan Menjadi Ormas Restoratif
Dalam sambutannya, Osril Limbong menjelaskan bahwa Sopo ATRestorasi Bersatu awalnya lahir sebagai tim pemenangan Antonius Devolis Tumanggor pada pemilihan legislatif beberapa tahun silam. Namun, perjalanan dan dinamika sosial-politik membawa Sopo ke arah yang lebih besar.
“Awalnya kami hanya tim kecil yang bekerja dalam semangat kebersamaan. Tapi kami menyadari bahwa semangat ini harus dilanjutkan menjadi gerakan sosial. Karena itu, kami bertransformasi menjadi organisasi resmi — Sopo ATRestorasi Bersatu — agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan politik sesaat,” jelas Osril.
Ia menambahkan, sejak resmi menjadi ormas pada tahun 2018, Sopo ATRestorasi Bersatu kini telah memiliki struktur di 11 Kecamatan di Kota Medan dan aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan.
“Kami berdiri di atas azas Pancasila dan UUD 1945, siap mendukung program pemerintah yang pro-rakyat, menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif dalam pembangunan,” tegasnya.
Dari Politik ke Pelayanan: Sopo ATRestorasi Bergerak untuk Medan
Osril juga menegaskan bahwa pihaknya telah berpartisipasi dalam berbagai momentum politik dan sosial, termasuk menjadi bagian dari tim pemenangan Wali Kota Medan Bobby Nasution serta turut mendukung Wali Kota Medan terpilih saat ini, Rico Tri Putra Bayu Waas (Riko Waas), hingga keterlibatan dalam pemenangan di tingkat DPRD Provinsi, DPR RI, dan Pilgub Sumut.
“Kini kami berdiri independen. Kami ingin membangun ruang sosial yang sehat, menguatkan solidaritas masyarakat, dan menjadi bagian dari perubahan yang bermartabat,” kata Osril.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar DPRD Kota Medan mendukung Sopo ATRestorasi Bersatu dalam pengajuan rekomendasi program hibah melalui Pemko Medan dan Kesbangpol untuk tahun anggaran 2026.
“Kami berharap dukungan Pak Wong Chun Sen agar ormas kami bisa menjalankan program sosial yang berpihak kepada masyarakat kecil,” pungkasnya.

Wong Chun Sen: Sinergi dan Kolaborasi adalah Jiwa Pembangunan
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B memberikan apresiasi tinggi atas langkah strategis dan komitmen sosial Sopo ATRestorasi Bersatu.
“Saya sudah lama mengenal Osril Limbong — kami sama-sama ditempa dalam organisasi kepemudaan KNPI. Saya melihat Sopo ATRestorasi Bersatu bukan sekadar ormas, tetapi wadah pembinaan karakter dan solidaritas sosial di Kota Medan,” ungkap Wong.
Ia menyebut bahwa sinergi antara ormas dan lembaga legislatif menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat legitimasi pembangunan.
“Ormas adalah tangan masyarakat yang menjangkau langsung denyut kehidupan warga. DPRD adalah rumah rakyat. Bila keduanya bersatu dalam semangat kebersamaan, maka Medan akan tumbuh menjadi kota yang bukan hanya maju, tetapi juga berperasaan,” tutur Wong penuh refleksi.
Wong juga menyampaikan salam hangat dan apresiasi kepada Ketua Umum Sopo ATRestorasi Bersatu Antonius D. Tumanggor, yang dinilainya sebagai sosok pemersatu dan pejuang sosial yang konsisten membangun semangat restorasi di tengah masyarakat.
💬 “Saya berharap Sopo ATRestorasi terus menyalakan api persaudaraan. Karena pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga membangun hati dan kesadaran kolektif,” imbuhnya.
Simbol Sinergi yang Berbuah Harapan
Audiensi diakhiri dengan penyerahan dokumen legalitas dan struktur kepengurusan DPC Sopo ATRestorasi Bersatu Kota Medan, disusul sesi foto bersama yang sarat kehangatan, menandai babak baru kemitraan sosial antara ormas dan lembaga legislatif.
Momen itu menjadi simbol bahwa kebersamaan tidak hanya diucapkan, tetapi dijalankan melalui niat dan tindakan nyata.
“Sinergi bukan sekadar bertemu dalam ruangan, tapi berjalan bersama dalam keyakinan yang sama,” ujar Osril menutup pertemuan.
Implikasi RESTORASI KEBERSAMAAN
“Kebersamaan adalah bahasa yang tak lekang oleh waktu.”
“Sinergi bukan sekadar bertemu, tapi bersatu dalam tujuan yang mulia.”
“Setiap langkah kecil kebersamaan adalah fondasi besar bagi perubahan.”
“Kekuatan organisasi lahir bukan dari jumlah anggota, tapi dari keikhlasan mereka melayani.”
“Restorasi adalah memulihkan bukan sekadar membangun — membangkitkan nilai kemanusiaan di tengah perubahan.”
“Ketulusan dalam berbuat sosial lebih bernilai dari seribu janji politik.”
“Lembaga rakyat dan ormas adalah dua sisi mata uang demokrasi — berbeda peran, satu tujuan.”
“Membangun kota bukan hanya dengan beton dan semen, tetapi dengan moral dan empati.”
“Kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan, tetapi dari keberanian menyalakan harapan.”
“Ketika rakyat dan wakilnya berjalan bersama, maka restorasi sosial menemukan maknanya.”
(Nurlince Hutabarat)




