Medan, LINI NEWS – Aksi damai yang digelar Mahasiswa di Medan termasuk Mahasiwa Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan di depan Gedung DPRD Sumatera Utara berlangsung dinamis humanis namun tetap berada dalam koridor penyampaian aspirasi secara demokratis dengan hati nurani.
Dalam momentum tersebut, peran Sekretaris DPRD Sumatera Utara, Muhammad Ali Sipahutar, S.STP., M.AP, menjadi sorotan karena hadir menerima dan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dengan lembaga legislatif.
Sebagai Sekretaris DPRD Sumut, Muhammad Ali Sipahutar menjalankan fungsi administratif dan operasional yang mendukung kelancaran tugas pimpinan serta anggota DPRD, sekaligus memastikan pelayanan kelembagaan berjalan terbuka dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Senin 22 Juni 2026.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan meminta kehadiran langsung Ketua DPRD Sumut Ibu Etni Sitorus untuk menerima tuntutan mereka.
Namun kepada massa aksi, Sekwan Muhammad Ali Sipahutar menyampaikan bahwa Ketua DPRD Sumut, Erni Sitorus adakalanya berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari peserta aksi yang meminta agar dapat diperlihatkan surat keterangan sakit sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Menanggapi permintaan tersebut, Muhammad Ali Sipahutar menyampaikan sikap terbuka dan menjelaskan bahwa pihak sekretariat akan melakukan koordinasi dengan bagian administrasi terkait permintaan tersebut.
“Kita akan pertanyakan kepada pihak kantor DPRD Sumut bagian administrasi,” ujar Muhammad Ali Sipahutar di hadapan peserta aksi.
Sikap tersebut dipandang sebagai upaya menjaga komunikasi tetap terbuka dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah dinamika penyampaian aspirasi.

Peran Sekwan dalam Menjaga Stabilitas Kelembagaan
Muhammad Ali Sipahutar bukan sosok baru dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan kelembagaan.
Sebelum menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Utara, beliau diketahui pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris DPRD Kota Medan hingga berakhir pada Maret 2026.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun koordinasi antara sekretariat, pimpinan DPRD, anggota dewan, serta masyarakat.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Muhammad Ali Sipahutar juga aktif mendukung agenda kelembagaan, di antaranya:
Terlibat dalam rapat internal pembahasan Perubahan APBD (P.APBD) bersama jajaran kepala bagian di lingkungan Sekretariat DPRD Sumut.
Mendampingi pimpinan DPRD dalam berbagai kegiatan kelembagaan.
Mengikuti audiensi bersama Persatuan Mediagram Sumatera Utara (Permedsu) dan lainnya.
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan penguatan hubungan kelembagaan dengan masyarakat.
DPRD Sumut Dorong Dialog dan Penyerapan Aspirasi
Di tengah berlangsungnya aksi damai mahasiswa, sejumlah anggota DPRD Sumut turut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan peserta aksi.
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Irham Buana Nasution, bersama Sarman dari Fraksi PKS yang bertugas di Komisi A, hadir dalam rangka mendukung proses penyampaian dan penyerapan aspirasi masyarakat sesuai mekanisme kelembagaan.
Kehadiran unsur sekretariat dan anggota dewan diharapkan dapat memperkuat ruang dialog sehingga aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat diterima dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi damai pun berlangsung sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang tetap mengedepankan ketertiban, komunikasi, dan penghormatan terhadap ruang publik.
Melayani aspirasi masyarakat adalah bagian dari menjaga kepercayaan publik.
Dialog yang terbuka menjadi jembatan antara harapan dan kebijakan.
Kelembagaan yang kuat lahir dari pelayanan yang profesional dan responsif.
Mendengar adalah langkah awal untuk menemukan solusi.
Transparansi memperkuat legitimasi dan membangun kepercayaan masyarakat.
Setiap aspirasi yang disampaikan dengan tertib adalah bagian dari demokrasi yang sehat.
Kepemimpinan administrasi yang baik menjadi fondasi pelayanan publik yang berkualitas.
(Nurlince Hutabarat)




