Rico Waas: Imlek Bagian dari Kehidupan Multikultural Medan

0
184

Medan, LINI NEWS – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi utama dalam membentuk wajah Kota Medan sebagai kota multikultural yang harmonis. Keberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi telah menyatu dalam denyut kehidupan sosial masyarakat, dari perayaan adat hingga aktivitas keseharian lintas komunitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point Medan, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan budaya dan seni yang mengangkat kekayaan tradisi Tionghoa sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kehadiran Tokoh dan Unsur Pemerintah

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain:

Biksu Virya Dharma Mahastrawira

Hasyim, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara

Lily, Anggota DPRD Kota Medan

H. Ahmad Qosbi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara

Airin Rico Waas, Ketua TP PKK Kota Medan

Kehadiran para tokoh lintas unsur pemerintahan, agama, dan masyarakat ini dinilai sebagai simbol kuat kolaborasi dalam menjaga keharmonisan sosial dan keberagaman budaya di Kota Medan.

Fa Hua Exhibition 2026: Pameran Budaya Lintas Generasi

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Medan juga secara resmi membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026, sebuah pameran seni dan budaya yang menghadirkan beragam karya serta ornamen bernuansa Tionghoa dan warisan budaya dunia, antara lain:

Chinese Painting & Calligraphy

Pameran kerajinan keramik oriental

Chinese Art & Heritage Display Gallery

Lampion & Mei Hu Garden

Kolam Teratai Kwan Im

Pameran oil painting

Borobudur Heritage

Feng Shui Art

Berbagai aksesori dan ornamen oriental

Rico Waas menilai pameran ini bukan hanya sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga sebagai jembatan dialog budaya antar generasi dan antar komunitas.

Imlek sebagai Identitas Bersama Warga Medan

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan.

“Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi,” ujarnya.

Menurutnya, Medan layak disebut sebagai miniatur Indonesia, karena dihuni oleh beragam suku dan etnis yang hidup berdampingan secara harmonis, tanpa sekat sosial maupun budaya.

Rumah Besar Keberagaman

Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai latar belakang suku dan etnis, di antaranya:

Batak

Jawa

Karo

Pakpak

Nias

Minangkabau

Aceh

Tionghoa

India

Keberagaman ini, menurutnya, membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka, adaptif, dan saling menghargai. Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, hingga acara keluarga.

“Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan,” tegasnya.

Makna Tahun Kuda Api 2026

Rico Waas juga menyinggung makna Tahun Kuda Api dalam perayaan Imlek 2026. Ia menilai simbol ini melambangkan semangat, energi, keberanian, dan gerak maju, yang sejalan dengan karakter masyarakat Medan sebagai kota yang dinamis dan terus berkembang.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kerja kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun kemanusiaan.

Solidaritas di Tengah Tantangan

Sebagai contoh nyata, Rico Waas menyoroti solidaritas masyarakat Medan saat terjadi bencana alam. Menurutnya, dalam situasi seperti itu, perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi sekat, melainkan dilebur dalam semangat kemanusiaan.

“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki kesamaan prinsip, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” ungkapnya.

Harapan dan Apresiasi

Lebih lanjut, Wali Kota Medan berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya dan magnet pariwisata, baik bagi masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara untuk menyaksikan langsung harmoni multikultural yang hidup di Kota Medan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana.

“Saya bangga melihat semangat solidaritas masyarakat Medan yang terus terjaga,” tutupnya.

Rico Waas tentang Imlek dan Multikulturalisme Medan:

“Keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan.”

“Imlek di Medan adalah cermin persaudaraan, tempat budaya bertemu dan kemanusiaan bertumbuh.”

“Kota ini berdiri kokoh karena warganya saling menopang, bukan saling menjatuhkan.”

“Persatuan adalah lentera yang menerangi langkah kita di tengah perbedaan.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini