Polri Hadirkan Trauma Healing dengan Wadah Edukatif dan Hiburan untuk Korban Banjir di Sunggal

0
108

Medan, LINI NEWS – Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan menghadirkan kegiatan trauma healing bagi korban banjir di wilayah Sunggal. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) di Masjid Al-Hafiz, tepat di samping Polsek Sunggal, Jalan Tahi Bonar Simatupang, ini dirancang sebagai wadah edukatif, hiburan, dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan keluarga.

Pendampingan Menyeluruh: Polri Sentuh Aspek Psikologis Korban Banjir

Kegiatan ini menghadirkan tim psikologi dan tenaga medis Polri yang bekerja secara langsung mendampingi warga terdampak bencana. Fokus utama adalah memulihkan kondisi emosional masyarakat yang masih menyimpan ketakutan, kecemasan, maupun tekanan mental setelah banjir melanda wilayah mereka.

Karolab Dokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, SPFM., menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menangani dampak fisik bencana, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada kondisi mental masyarakat.

“Trauma akibat bencana dapat memengaruhi jangka panjang jika tidak ditangani. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan ketenangan, kepercayaan diri kembali, dan menghilangkan rasa takut yang mungkin masih tertinggal,” ujarnya.

Kegiatan Kreatif dan Hiburan untuk Mengembalikan Keceriaan Anak-Anak

Polri sengaja menyusun kegiatan yang tidak hanya bersifat konseling, tetapi juga menyenangkan. Anak-anak diajak bermain, menggambar, mengikuti perlombaan sederhana, serta berinteraksi positif dengan para petugas.

Suasana ceria terlihat ketika anak-anak mulai tersenyum dan kembali berani bergaul setelah mengalami masa sulit.

Psikolog Kepolisian Tingkat III SSDM Polri, Kombes Pol Dr. Horas Marasi Silaen, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa aktivitas trauma healing harus menyentuh aspek emosional secara bertahap dan menyenangkan.

“Trauma healing tidak hanya berupa konseling, tetapi juga aktivitas yang menumbuhkan rasa aman serta motivasi bagi anak-anak maupun orang dewasa. Pendampingan ini akan terus dilakukan agar dampak psikologis pascabencana dapat diminimalisir,” tegasnya.

Bantuan Logistik Lengkap: Wujud Kepedulian Berkelanjutan

Selain memberikan pendampingan psikologis, Polri juga menyalurkan berbagai bantuan, antara lain:

Makanan siap saji

Paket perlengkapan anak

Kebutuhan harian

Logistik dasar bagi keluarga terdampak

Langkah ini menjadi bentuk kepedulian Polri sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi dampak bencana.

Edukasi Emosional & Konsultasi Orang Tua

Kegiatan ini juga diisi sesi edukasi emosional untuk orang tua, pembinaan mental, hingga layanan konsultasi singkat bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan. Pendekatan ini diyakini mampu membantu keluarga pulih secara komprehensif dan memperkuat ketahanan mental masyarakat.

Acara berlangsung hangat, penuh tawa dan kebersamaan. Senyum anak-anak serta ucapan terima kasih masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kegiatan trauma healing membawa dampak positif dan memberi harapan baru bagi warga Sunggal.

“Pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali hati yang sempat runtuh.”

“Keceriaan anak adalah cahaya yang menuntun masyarakat keluar dari gelapnya bencana.”

“Trauma healing adalah jembatan antara luka dan keberanian untuk bangkit.”

“Ketika tangan aparat menyentuh masyarakat dengan empati, di situlah hadir kekuatan negara yang sesungguhnya.”

“Hiburan sederhana dapat menjadi obat yang menguatkan jiwa yang lelah.”

“Setiap senyum anak yang kembali adalah kemenangan kecil dalam perjalanan besar pemulihan.”

“Kehadiran Polri bukan sekadar tugas, tetapi wujud nyata kasih dan perlindungan negara.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini