PISN Ultimatum Konser LGBT di Medan: Jika Tak Dibatalkan, Kami Bubarkan!

0
140

Medan | Rencana digelarnya konser yang melibatkan komunitas LGBT di Hotel Santika, Medan, pada 31 Juli 2025 mendatang menuai gelombang penolakan keras. Ormas Persatuan Islam Sumatera Nasional (PISN) menyatakan sikap tegas: acara itu harus dibatalkan, atau mereka sendiri yang akan turun tangan membubarkannya.

Pernyataan ultimatum tersebut disampaikan Ketua DPW PISN Sumut, Amrin NST, saat menggelar konferensi pers di Jalan Gurila, Jumat (25/7/2025). Ia menilai konser tersebut sebagai bentuk nyata provokasi terhadap nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

“Kami tidak akan diam. Jika konser LGBT itu tetap digelar, kami siap turun ke lapangan untuk membubarkannya! Ini bukan hanya ancaman moral, tapi penghinaan terhadap agama, adat, dan masa depan generasi muda,” tegas Amrin dengan nada tinggi.

PISN: Tak Ada Ruang Bagi Penyimpangan Moral

Senada dengan itu, Ketua DPP PISN Kota Medan, H. Pimpin Putra Lubis, menegaskan bahwa keberadaan LGBT adalah bentuk penyimpangan yang ditolak oleh seluruh ajaran agama resmi di Indonesia.

“LGBT bukan hanya bertentangan dengan Islam, tapi juga dengan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kita tolak semua bentuk normalisasi penyimpangan ini. Kalau negara abai, kami akan turun langsung,” tegas Pimpin Putra.

Ia menambahkan bahwa PISN tidak sekadar menyuarakan penolakan secara moral, tetapi siap melakukan aksi nyata di lapangan. “Kami tidak akan ragu bertindak. Ini soal marwah umat dan kelangsungan akhlak bangsa.”

Berdasar Agama, Bukan Kebencian

PISN menegaskan bahwa penolakan mereka memiliki landasan syar’i yang kuat. Mereka mengutip ayat-ayat Al-Qur’an sebagai dasar penolakan terhadap perilaku homoseksual, khususnya kisah Nabi Luth yang menjadi pelajaran tentang bahaya penyimpangan moral.

“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu?”
(QS. Al-A’raf: 80)
“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu kepada mereka, bukan kepada wanita.”
(QS. Al-A’raf: 81)

Bagi PISN, ini bukan sekadar isu moral, melainkan perlawanan terhadap infiltrasi budaya asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

Seruan kepada Pemerintah dan Aparat: Jangan Tutup Mata!

PISN mendesak Pemerintah Kota Medan dan aparat kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap acara tersebut, serta segera menghentikan segala bentuk promosi yang mengarah pada legalisasi LGBT.

“Kami tidak anti hiburan. Tapi jika hiburan dijadikan pintu masuk kerusakan moral, maka kami anggap itu bentuk kemaksiatan yang harus dilawan,” ujar Amrin NST.

Solidaritas Ormas Islam: Siap Aksi Jika Diperlukan

PISN menyebut, sejumlah ormas Islam di Medan telah menyatakan dukungan dan siap bergabung dalam aksi penolakan, jika konser tersebut tidak dibatalkan. Mereka mengajak umat Islam untuk bersatu dan waspada terhadap agenda-agenda tersembunyi yang merusak akidah dan budaya ketimuran.

“Jangan uji kesabaran umat. Kami siap berdiri paling depan jika negara tak hadir membela moral bangsanya sendiri,” tegas Pimpin Putra.

Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini