Perkuat Pengawasan Lewat SAPA KOTA, Wali Kota Medan Rico Waas Ultimatum Camat : Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan!

0
70

Medan, LINI NEWS – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam menangani persoalan kebersihan kota melalui penguatan program SAPA KOTA. Dalam rapat evaluasi pelaksanaan program tersebut di Balai Kota, Rabu (18/2/2026),

Ia memberikan ultimatum kepada seluruh camat se-Kota Medan agar tidak lagi ditemukan sampah berserakan di wilayah masing-masing.

“Semua Camat, jangan banyak alasan lagi, mulai saat ini jangan ada sampah yang berserakan,” tegas

Rico Waas di hadapan Jajaran Pemerintah Daerah.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan kebersihan kini menjadi prioritas utama pembangunan kota.

SAPA KOTA: Sistem Pengawasan Harian Infrastruktur

Program SAPA KOTA merupakan inovasi Pemerintah Kota Medan yang memanfaatkan aplikasi grup WhatsApp sebagai sarana pemantauan dan pelaporan kondisi infrastruktur secara real-time.

Melalui sistem ini, seluruh pimpinan perangkat daerah dan camat diwajibkan melaporkan kondisi lapangan setiap hari agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan akuntabel.

Program ini dirancang untuk:
Memastikan setiap persoalan infrastruktur dipantau harian.
Mempercepat tindak lanjut oleh OPD pelaksana.

Mendorong koordinasi lintas perangkat daerah.
Mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan transparan.

Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta para camat.
Ultimatum Tegas untuk Camat dan OPD

Rico Waas menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran kota, namun juga di pusat kota yang seharusnya menjadi etalase wajah Medan.

“Hari ini kita berkomitmen bersama, tidak ada lagi sampah yang berserakan, paham!” ujarnya dengan nada tegas kepada seluruh peserta rapat.

Selain camat, ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil peran aktif dalam pengawasan sebelum dan sesudah proses pembersihan.

Menurutnya, DLH sebagai induk pengelolaan lingkungan harus menjadi motor utama pengendalian persoalan sampah.

Infrastruktur Lain Ikut Disorot

Tidak hanya masalah kebersihan, rapat evaluasi juga membahas sejumlah persoalan infrastruktur lain seperti jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (PJU), serta lampu lalu lintas.

Rico Waas menyampaikan bahwa laporan yang masuk melalui SAPA KOTA telah menunjukkan progres meski belum maksimal.

Ia menekankan agar perbaikan PJU tidak bersifat sementara atau berulang.

Untuk penanganan jalan rusak dan infrastruktur lainnya, perangkat daerah diminta menyampaikan laporan harian agar dinas teknis dapat segera melakukan perbaikan berdasarkan data lapangan.

“Program SAPA KOTA menjadi ruang interaksi antar OPD agar saling menjaga dan memperhatikan kota kita. Penanganan kota bukan hanya beban satu dinas atau camat, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Warning bagi OPD yang Tidak Aktif
Agar program berjalan efektif, Rico Waas menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk memberikan peringatan kepada perangkat daerah atau camat yang tidak aktif menyampaikan laporan harian.

Langkah ini disebut sebagai bentuk disiplin birokrasi agar sistem pengawasan berjalan konsisten dan tidak sekadar formalitas.

Sorotan Stadion Teladan dan Ketertiban Lingkungan

Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap secara khusus menyoroti tumpukan sampah di sekitar Stadion Teladan yang dinilai mencoreng citra kota.

Mengingat stadion tersebut tengah dalam proses revitalisasi, ia menilai penanganan sampah harus segera diselesaikan agar tidak merusak estetika kawasan.

Selain itu, persoalan hewan ternak yang berada di sekitar permukiman warga juga menjadi perhatian karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan melanggar aturan ketertiban lingkungan.

Sebagai refleksi semangat pembenahan kota, berikut tujuh mutiara kata yang menggambarkan nilai kepemimpinan dan tanggung jawab bersama:

“Kota yang bersih bukan lahir dari perintah, tetapi dari kesadaran bersama.”

“Disiplin kecil setiap hari menciptakan perubahan besar bagi masa depan kota.”

“Kepemimpinan diuji saat berani menuntut hasil, bukan sekadar memberi instruksi.”

“Lingkungan yang terjaga adalah cermin peradaban masyarakatnya.”

“Masalah kota bukan milik satu dinas, melainkan tanggung jawab semua pihak.”

“Ketegasan hari ini adalah investasi kenyamanan warga esok hari.”

“Kota hebat dibangun oleh kolaborasi, bukan kerja sendiri.”

Melalui program SAPA KOTA, Pemerintah Kota Medan menegaskan arah kebijakan menuju tata kelola kota yang cepat, kolaboratif, dan akuntabel.

Ultimatum yang disampaikan Wali Kota menjadi pesan jelas bahwa era pembiaran terhadap persoalan sampah dan infrastruktur telah berakhir.

Dengan pengawasan aktif dan keterlibatan seluruh perangkat daerah, harapan mewujudkan Medan yang bersih, tertib, dan nyaman semakin mendekati kenyataan. (Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini