Tapteng, LINI NEWS – Penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menjadi prioritas aparat negara. Pada Minggu, 30 November 2025, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., bersama Pangdam I/BB, turun langsung ke Gudang Bulog Pandan, memastikan bantuan pangan tiba tepat waktu kepada masyarakat terdampak.
I. Kehadiran dua pucuk pimpinan TNI–Polri di Sumatera Utara sekaligus menjadi bukti bahwa negara bergerak tanpa menunggu, hadir tanpa syarat, dan bekerja tanpa henti di tengah kesulitan masyarakat.
II. Penyaluran Bantuan: Ratusan Karung Beras Diberikan Langsung ke Warga
Di Gudang Bulog Pandan, ratusan karung beras disalurkan langsung kepada warga dari berbagai kecamatan, termasuk wilayah dengan kerusakan terparah. Aparat memastikan:Pendistribusian tertib, data penerima akurat, warga di wilayah terisolir tetap terjangkau, prioritas kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Suasana haru menyertai pembagian bantuan; banyak warga mengaku persediaan makanan mereka mulai menipis akibat jalur darat yang lumpuh.

III. Komitmen Negara: Bantuan Terus Datang dari Udara, Darat, dan Laut
Kapolda Sumut menegaskan bahwa misi penanganan bencana tidak berhenti pada distribusi hari itu saja, melainkan merupakan upaya yang berkelanjutan.
“Bantuan akan didatangkan terus menerus lewat udara, darat, maupun laut,” tegas Kapolda.
Beliau memastikan bahwa negara hadir bukan hanya dalam bentuk logistik, tetapi juga dalam bentuk kehadiran moral, rasa aman, dan kehadiran aparat yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.
“Ini adalah wujud dukungan negara kepada warga. Tidak ada yang dibiarkan tanpa pertolongan,” lanjutnya.
IV. Sinergi TNI–Polri: Kunci Kelancaran Penyaluran Bantuan
Kerja sama erat antara Polda Sumut, Kodam I/BB, dan Pemkab Tapteng menjadi fondasi utama distribusi yang tertib dan tepat sasaran.
Kapolda menegaskan:
“TNI–Polri bersama Pemerintah melakukan pengaturan penyaluran dengan baik agar tertib. Ini langkah yang baik untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.”
Pangdam I/BB memperkuat pernyataan tersebut dengan memastikan bahwa prajurit TNI dikerahkan untuk:
pengamanan lokasi distribusi,
pengangkutan bantuan ke titik terdampak,
pendistribusian langsung ke rumah-rumah warga,
mengakses jalur yang hanya dapat ditembus dengan kendaraan khusus.

V. Kehadiran Pemimpin di Tengah Warga Menguatkan Moral dan Harapan
Kehadiran langsung Kapolda dan Pangdam bukan hanya simbolik.
Di tengah rasa lelah, takut, dan kehilangan akibat bencana, warga merasakan: Semangat baru, rasa aman dan keyakinan bahwa negara bersama mereka.
Banyak warga menangis haru saat menerima bantuan pangan, mengaku bahwa bantuan tersebut datang di saat yang sangat genting ketika stok makanan menipis.
VI. Distribusi Lanjutan: Akses Terputus Tidak Menghentikan Bantuan
TNI–Polri memastikan suplai pangan dan kebutuhan dasar masyarakat Tapteng terus berjalan melalui:
jalur udara untuk wilayah yang sepenuhnya terisolir,
jalur darat untuk daerah yang aksesnya mulai dibuka,
jalur laut untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Operasi ini akan terus dilanjutkan hingga situasi kembali stabil dan masyarakat bisa bangkit dari masa darurat.
VII. Jejak Kemanusiaan Lintas Seragam
“Negara tidak sekadar hadir, tetapi menguatkan.”
“Dalam bencana, kepemimpinan turun ke tanah, bukan diam di meja.”
“Sinergi adalah jembatan yang menembus akses paling terjal.”
“Bantuan bukan sekadar beras—ia adalah harapan yang diantar dalam karung.”
“Di tengah reruntuhan, tangan yang membantu lebih keras suaranya daripada sirene.”
“TNI–Polri kuat karena bersama, tulus karena untuk rakyat.”
“Saat bencana memisahkan warga dari harapan, negara datang untuk menyatukannya kembali.”
(Nurlince Hutabarat)




