Medan, LINI NEWS – Mewakili Ketua DPRD Kota Medan, Anggota DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, menghadiri kegiatan Jamu Sungai Deli yang berlangsung di bantaran Sungai Deli, Jalan Avros, Kamis (03/11/2026).
Kehadiran Syaiful Ramadhan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan lembaga legislatif terhadap pelestarian warisan budaya Melayu Deli sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga Sungai Deli sebagai salah satu bagian dari sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat Kota Medan.
Acara budaya tersebut turut dihadiri Sultan Deli XIV, Sri Paduka Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
Jamu Sungai Deli, Merawat Tradisi dan Identitas Melayu
Tradisi Jamu Sungai Deli merupakan salah satu agenda
pelestarian warisan budaya Melayu Deli yang mengandung nilai sejarah, adat istiadat, spiritualitas, serta penghormatan terhadap alam.
Dalam tradisi ini, sungai tidak hanya dipandang sebagai aliran air, tetapi juga sebagai bagian penting dari perjalanan peradaban masyarakat Melayu yang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan kehidupan sungai.
Rangkaian kegiatan meliputi ritual adat, doa bersama, penyebaran benih ikan ke sungai, serta pertunjukan seni dan budaya Melayu.
Seluruh rangkaian tersebut mencerminkan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Syaiful Ramadhan: Pelestarian Budaya Harus Sejalan dengan Kepedulian Lingkungan
Kehadiran Syaiful Ramadhan diharapkan menjadi bagian dari penguatan perhatian DPRD Kota Medan terhadap pelestarian budaya lokal. Sebab, menjaga warisan leluhur bukan sekadar mempertahankan seremoni adat, melainkan juga memastikan nilai-nilai budaya tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Lebih dari itu, kegiatan Jamu Sungai Deli juga membawa pesan penting mengenai perlunya kepedulian bersama terhadap kondisi sungai, termasuk menjaga kebersihan, mencegah pencemaran, serta memelihara ekosistem perairan.
Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau seremoni kebudayaan semata. Pemerintah, DPRD, Kesultanan Deli, komunitas masyarakat dan seluruh elemen warga diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam menjaga kelestarian Sungai Deli.
Dengan demikian, pelestarian budaya Melayu Deli dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan lingkungan, sehingga Sungai Deli tetap memiliki nilai sejarah, manfaat ekologis, dan keberlanjutan bagi masyarakat Kota Medan.

Harapan untuk Generasi Mendatang
Jamu Sungai Deli menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar sejarah dan kebudayaannya.
Warisan leluhur harus dijaga, sungai harus dirawat, dan nilai-nilai adat harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Diharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Medan, dapat memperkuat perhatian terhadap program pelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sebab, Sungai Deli bukan hanya bagian dari masa lalu Kota Medan, melainkan juga amanah bagi masa depan yang harus dijaga bersama.
(Nurlince Hutabarat)




