Medan, LINI NEWS – Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali diperkuat melalui Forum Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan TBC, yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Selasa (26/8/2025).
Dalam forum nasional tersebut, Mendagri menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah untuk mendukung target Indonesia Eliminasi TBC 2030. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah percepatan pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di setiap provinsi, kabupaten, dan kota.
“Pembentukan TP2TB menjadi kunci percepatan. Dengan sinergi lintas sektor—pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan—kita optimis eliminasi TBC bisa tercapai,” tegas Tito Karnavian.
Wali Kota Medan Tegaskan Dukungan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, menyampaikan kesiapan Pemko Medan untuk mendukung penuh arahan Mendagri. Pemko Medan menilai pembentukan TP2TB akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat koordinasi dan memastikan langkah penanggulangan TBC berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.
“Kota Medan siap menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat. Melalui TP2TB, kita ingin memastikan bahwa upaya penanganan TBC tidak hanya sebatas wacana, melainkan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Wiriya mewakili Wali Kota Medan.
Komitmen Bersama
Dari forum yang mempertemukan para kepala daerah dan pejabat tinggi negara itu, lahirlah dua mutiara kata yang menjadi semangat bersama dalam gerakan eliminasi TBC:
“TBC bukan hanya masalah medis, tetapi masalah kemanusiaan. Maka langkah kita harus menyentuh hati, bukan sekadar angka.”
Pesan ini menggugah kesadaran bahwa penanganan TBC tidak cukup dilihat dari data epidemiologi, tetapi harus berorientasi pada nasib manusia yang terdampak.
“Komitmen tanpa aksi hanyalah retorika. Tugas kita hari ini adalah menjadikan komitmen itu nyata.”
→ Seruan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada deklarasi, tetapi harus menghadirkan perubahan konkret.
Kehadiran Tokoh Nasional
Forum ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Kepresidenan, serta para gubernur dari delapan provinsi prioritas: Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Langkah tegas Mendagri bersama para kepala daerah, termasuk Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya program kesehatan semata, melainkan gerakan nasional penyelamatan generasi bangsa. Dengan TP2TB sebagai motor koordinasi, harapan menuju Indonesia bebas TBC 2030 semakin nyata.
(Salomo Simorangkir)




