Mayjend Purn. Felix Hutabarat, SIP, M.Si, MBA (Han), Pembina Lini News.Com – PT Metro Khatulistiwa Indonesia, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H Menebar Maaf, Merajut Harapan, Menguatkan Persaudaraan!”

0
116

Medan, LINI NEWS — Dalam semangat kemenangan yang suci dan penuh makna, keluarga besar PT Metro Khatulistiwa menyampaikan ucapan

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, mitra kerja, sahabat, dan pembaca setia,”

Momentum Idul Fitri Sabtu 21 Maret 2026. Tahun ini dimaknai bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai saat yang penuh harapan untuk memperkuat persaudaraan, memperhalus hati, dan memperteguh nilai-nilai kemanusiaan.

Ucapan tersebut disampaikan oleh jajaran PT Metro Khatulistiwa yang terdiri dari:
Direktur Salomo JF Simorangkir, SS,

Pembina:
Mayjend Purn. Felix Hutabarat, SIP, M.Si, MBA (Han),

Penasihat Hukum:
Salim Halim, SH, MH,
Wilson Tambunan SH
Falentius Tarihoran SH
Klisman Sinaga SH

Pemimpin Redaksi:
Royman Purba, SE,

Pemimpin Umum:
Nurlince Hutabarat, S.Pd

Wartawan yakni

Ny. Cut Ana / Alm. Kombes Purn. Amri Tanjung,

AKP Purn. Rohmad, dan

Syaiful Saragih.

Idul Fitri, bagi keluarga besar PT Metro Khatulistiwa, adalah momentum mulia untuk kembali pada kejernihan hati.

Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, menahan diri, dan membersihkan jiwa, kini tibalah saatnya manusia merayakan kemenangan batin.

Kemenangan yang tidak diukur dari gemerlap dunia, melainkan dari kemampuan untuk memaafkan, merangkul, dan memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bening.

Dalam suasana yang sarat makna ini, PT Metro Khatulistiwa menegaskan bahwa

“Hari Raya Idul Fitri harus menjadi titik tolak untuk membangun kehidupan yang lebih damai, lebih jujur, dan lebih penuh kasih,”

Di tengah dinamika zaman yang sering menghadirkan perbedaan, Idul Fitri mengajarkan bahwa persatuan dan ketulusan tetap menjadi cahaya yang mampu menyatukan langkah.

Direktur PT Metro Khatulistiwa, Salomo JF Simorangkir, SS, menyampaikan bahwa

“Idul Fitri bukan hanya perayaan simbolik, tetapi ruang batin untuk menguatkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari,”

Menurutnya,

“Kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu menaklukkan ego, merawat persaudaraan, dan menjadikan maaf sebagai jembatan untuk memperbaiki hubungan antarsesama,”

Sementara itu, Pembina PT Metro Khatulistiwa,

Mayjend Purn. Felix Hutabarat, SIP, M.Si, MBA (Han), memaknai

“Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat keteguhan moral, kedisiplinan jiwa, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan masyarakat,”

Bagi beliau,
“Nilai-nilai yang tumbuh dari Ramadhan dan Idul Fitri harus terus dibawa dalam kehidupan sosial, pekerjaan, dan pelayanan kepada sesama,”

Di sisi lain, Penasihat Hukum Salim Halim, SH, MH, menilai bahwa

“Idul Fitri mengandung pesan keadilan dan kemanusiaan yang sangat dalam.”

“Memaafkan, menurutnya, bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan moral yang lahir dari kebesaran jiwa,”

“Sebab hanya hati yang bersih yang mampu melihat sesama dengan kasih, bukan dengan prasangka,”

Pemimpin Redaksi Royman Purba, SE, menambahkan bahwa:

“Idul Fitri juga menjadi saat yang tepat bagi insan pers dan seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen pada kebenaran, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Pers, katanya, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membawa harapan, merangkai persaudaraan, dan merawat nurani publik.

Sedangkan Pemimpin Umum Nurlince Hutabarat, S.Pd

Wakil Pimpinan Umum:

Bahar Kamal
Erawati Haslim

Memandang Hari Raya Idul Fitri sebagai ruang sunyi yang mengajarkan manusia untuk kembali mendengar suara hati.

Dari hati yang bersih, lahir kata-kata yang menyejukkan.

Dari jiwa yang ikhlas, tumbuh langkah-langkah yang membawa damai. Karena itu, Idul Fitri harus menjadi energi baru untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

Kehadiran wartawan PT Metro Khatulistiwa, yakni

Ny. Cut Ana / Alm. Kombes Purn. Amri Tanjung,

AKP Purn. Rohmad,
dan

Syaiful Saragih, dll

juga menjadi bagian dari semangat kolektif dalam menyampaikan pesan damai dan pengharapan kepada publik.

Seluruh keluarga besar PT Metro Khatulistiwa berharap Idul Fitri 1447 H membawa kebahagiaan, kesehatan, keberkahan, dan ketenteraman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam ucapan resminya, PT Metro Khatulistiwa

Kami menyampaikan doa agar Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi momentum untuk membersihkan hati dari luka lama, menjauhkan diri dari kebencian, dan membuka lembaran baru yang dipenuhi kasih sayang.

Sebab hakikat kemenangan bukan hanya setelah selesai berpuasa, tetapi setelah manusia mampu kembali menjadi pribadi yang lebih lembut, lebih arif, dan lebih peduli.

Lebih dari sekadar tradisi saling mengucap maaf, Idul Fitri adalah panggilan nurani untuk memperbaiki diri.

Dalam dunia yang kerap gaduh oleh kepentingan dan ego, hari kemenangan ini mengajarkan bahwa kemuliaan hidup justru lahir dari kesederhanaan hati, ketulusan berbagi, dan kesanggupan untuk memaafkan.

Keluarga besar PT Metro Khatulistiwa juga berharap agar Idul Fitri 1447 H menjadi titik kebangkitan harapan.

Harapan agar bangsa ini semakin damai.

Harapan agar masyarakat hidup dalam kebersamaan.

Harapan agar setiap keluarga dipenuhi cinta dan keberkahan.

Harapan agar kerja, pengabdian, dan perjuangan setiap insan diberi jalan yang terang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dengan penuh ketulusan, PT Metro Khatulistiwa menyampaikan:

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, 1 Syawal 1447 H, 21 Maret 2026.

Taqabbalallahu منا wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga di hari yang fitri ini, kita semua kembali kepada hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan langkah yang penuh berkah.”

Pada akhirnya, Idul Fitri bukan hanya tentang kembali ke nol, tetapi tentang kembali kepada cahaya.

Cahaya yang menuntun manusia untuk hidup lebih jujur, lebih santun, lebih adil, dan lebih penuh cinta.

Dari sanalah harapan tumbuh. Dari sanalah persaudaraan dipererat.

Dan dari sanalah kehidupan menemukan maknanya yang paling dalam.

Idul Fitri adalah kemenangan hati setelah sebulan melatih diri untuk tunduk pada cahaya Ilahi.

Maaf yang tulus adalah jembatan yang mampu menyambung hati yang pernah retak.

Hari raya bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang penyucian jiwa.

Kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu menaklukkan egonya sendiri.

Hati yang bersih akan selalu menemukan jalan pulang menuju kedamaian.

Idul Fitri mengajarkan bahwa memaafkan adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Ramadhan mendidik jiwa, Idul Fitri meneguhkan maknanya.

Tak ada kebahagiaan yang lebih indah daripada hati yang bebas dari benci.

Persaudaraan akan tetap kokoh jika dibangun di atas keikhlasan dan kasih sayang.

Di hari yang fitri, manusia belajar bahwa kebesaran tidak lahir dari kuasa, tetapi dari ketulusan.

Maaf bukan sekadar ucapan, melainkan keberanian untuk membersihkan luka batin.

Idul Fitri adalah cahaya yang mengajak manusia kembali menjadi lebih lembut.

Semakin bersih hati seseorang, semakin luas pula ruang damai di dalam hidupnya.

Hari kemenangan adalah saat terbaik untuk menanam harapan baru.

Kebencian memenjarakan jiwa, sedangkan maaf membebaskannya

Kebaikan yang lahir dari hati fitri akan berbuah kedamaian bagi sesama.

Idul Fitri mengingatkan bahwa hidup yang indah adalah hidup yang saling menguatkan.
Langkah yang diberkahi selalu dimulai dari hati yang telah berdamai.

Dalam fitrah yang bersih, manusia menemukan kembali makna cinta dan kemanusiaan.
Hari raya adalah saat di mana harapan, doa, dan kasih bertemu dalam satu cahaya.

Refleksi Idul Fitri 1447 H:

Filosofi Idul Fitri adalah kembalinya manusia kepada fitrah:
Jiwa yang bersih, hati yang jernih, dan hidup yang dijalani dengan kesadaran bahwa kemuliaan tidak terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada seberapa tulus ia memaafkan, berbagi, dan mencintai sesama. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini