Medan, LINI NEWS – Suasana religius menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan saat digelarnya perlombaan adzan dan tilawah Al-Qur’an dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (14/1/2026). . Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan kepribadian sekaligus penguatan nilai keimanan dan ketakwaan bagi warga binaan.
Sebanyak 96 warga binaan dari perwakilan setiap paviliun turut ambil bagian dalam perlombaan ini. Dengan penuh semangat, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam melantunkan adzan maupun membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, menciptakan atmosfer yang khidmat dan menyentuh.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, Rutan Kelas I Medan menghadirkan dewan juri dari pihak eksternal, yakni Kementerian Agama (Kemenag). Kehadiran juri profesional ini diharapkan mampu memberikan penilaian yang adil sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta agar tampil lebih maksimal.
Kegiatan secara simbolis dibuka oleh Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting dalam menanamkan nilai spiritual, akhlak, dan kedisiplinan di lingkungan pemasyarakatan.
“Iman adalah cahaya yang menuntun langkah, bahkan di ruang yang paling sunyi sekalipun,” ujar Andi Surya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi moral bagi masa depan warga binaan.
“Perubahan sejati dimulai dari hati yang disentuh oleh nilai kebaikan,” katanya.
Antusiasme peserta dan suasana penuh kekhusyukan menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan makna mendalam bagi warga binaan. Rutan Kelas I Medan pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang positif dan berkelanjutan.
“Setiap lantunan ayat dan seruan adzan adalah jembatan menuju harapan dan kehidupan yang lebih bermartabat,” pungkas Andi Surya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Medan tidak hanya memperingati Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga meneguhkan peran pemasyarakatan sebagai ruang pembentukan karakter dan reintegrasi sosial yang berlandaskan nilai spiritual dan kemanusiaan. (Nurlince Hutabarat)




