Ketua Komisi II DPRD Medan H. Kasman Lubis Tegaskan: Penanganan ISPA Harus Nyata, Bukan Sekadar Imbauan

0
37

Medan, LINI NEWS – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Medan yang menembus angka lebih dari 30 ribu kasus pada September 2025 memantik perhatian serius dari Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi kesehatan, Kasman menegaskan bahwa penanganan ISPA tidak boleh berhenti di tataran imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dan terukur di lapangan.

Kasman menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Dinas Kesehatan Kota Medan yang telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak berhenti pada surat edaran semata.

“Kami sangat menghargai respon cepat Dinas Kesehatan, tetapi kecepatan harus diiringi keberanian untuk bertindak di lapangan,” ujar Kasman kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

“Kebijakan tanpa tindakan hanyalah suara tanpa gema.”

Kasman menegaskan, pemerintah perlu memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan kesiapan tenaga medis di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Ia juga meminta dilakukan monitoring langsung agar penanganan pasien ISPA berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang sakit tidak sekadar mendapatkan imbauan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan manusiawi,” tegasnya.

“Kesehatan rakyat bukan retorika — ia adalah ukuran sejati keberpihakan pemerintah.”

Menurut Kasman, lonjakan kasus ISPA bisa dipicu oleh kualitas udara yang menurun, perubahan cuaca ekstrem, dan kepadatan penduduk di sejumlah wilayah Medan. Karena itu, perlu langkah sinergis lintas sektor.

Ia mendorong Pemko Medan agar melakukan penyemprotan disinfektan di area publik, sekolah, dan tempat ibadah, disertai kampanye kesehatan masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Pencegahan adalah benteng pertama kesehatan, dan benteng itu harus dijaga bersama.”

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan peran edukasi tenaga medis dan kader kesehatan di tingkat kelurahan.
Ia menilai, tanpa edukasi yang konsisten, imbauan hanya akan menjadi seruan tanpa arah.

“Kami ingin agar setiap kelurahan punya kader kesehatan aktif, karena perubahan perilaku bermula dari pengetahuan,” ungkapnya.

“Masyarakat sehat dimulai dari pengetahuan yang hidup di tengah mereka.”

Kasman juga mengingatkan pentingnya penyuluhan di sekolah dan posyandu, mengingat anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap ISPA.
Menurutnya, semua pihak harus bergerak bersama, bukan sekadar menunggu perintah.

“ISPA bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, tetapi panggilan nurani kita bersama,” ujarnya mantap.

“Krisis kesehatan bukan musuh yang ditakuti, tetapi tantangan yang harus ditaklukkan dengan kerja nyata.”

Kasman pun menutup pernyataannya dengan pesan moral yang menggugah:

“Medan harus belajar dari setiap gelombang penyakit — bukan untuk takut, tapi untuk lebih siap. Karena sejatinya, kota yang kuat adalah kota yang mampu melindungi napas rakyatnya.”

“Kota yang sehat bukan diukur dari gedung tinggi, tapi dari napas warganya yang lega.”

“Pemimpin yang peduli adalah ia yang mendengar batuk rakyatnya sebelum mendengar tepuk tangan.”

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Medan dalam surat edaran tertanggal 20 Oktober 2025 melaporkan bahwa kasus ISPA meningkat tajam dari 25.715 kasus pada Agustus menjadi 30.952 kasus pada September 2025.(Nurlince)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini