Ayam Goreng MBG Bau Busuk, Henry Jhon Hutagalung: Jangan Hanya Satu Katering, Jangan Korbankan Anak untuk Laporan Indah!

0
38

Medan, LINI NEWS – Menu ayam goreng program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa-siswi SMP Negeri 3 Medan tercium bau busuk. Ratusan paket makanan yang seharusnya menyehatkan, justru dikembalikan ke dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) karena tak layak konsumsi.

Kejadian ini sontak mengundang keprihatinan mendalam dari anggota DPRD Medan Komisi II, Henry Jhon Hutagalung.
Politisi PSI ini menilai insiden itu tidak hanya mencoreng program mulia Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tapi juga berpotensi mengancam kesehatan generasi muda.

“Jangan sampai anak-anak kita jadi korban dari kelalaian dapur! Kalau lauk ayam goreng sudah berbau busuk, apa jadinya tubuh dan otak mereka?” ujar Henry Jhon Hutagalung, Jumat (17/10/2025).

Henry menegaskan, tujuan MBG adalah membentuk generasi cerdas, bukan mencetak laporan sukses semu di atas piring basi.

“Pemberian makanan bergizi setiap hari bisa membantu pertumbuhan otak dan menciptakan anak-anak cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Namun menurutnya, peristiwa ayam goreng basi justru menunjukkan rapuhnya sistem pengawasan di lapangan.

“Badan Gizi Daerah harus bertanggung jawab penuh. Jangan hanya sibuk seremonial, tapi buta dapur,” tegas mantan Ketua DPRD Medan itu.

Henry meminta pihak terkait meninjau langsung dapur katering SPPG, mulai dari penyimpanan beras, sayur, bumbu, hingga daging dan ikan.

“Apakah freezer berfungsi? Apakah dapur higienis? Jangan biarkan dapur negeri ini berbau busuk di tengah cita-cita Indonesia Emas,” sindirnya tajam.

Lebih lanjut, Henry mengingatkan agar pengerjaan paket MBG tidak dimonopoli oleh satu katering saja.

“Kalau ribuan paket ditangani satu dapur, pasti kewalahan. Demi mengejar waktu, mereka bisa saja memasak sehari sebelumnya—dan hasilnya basi!” ujarnya menohok.

Ia juga menegaskan agar Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan tidak lepas tangan.

“Anak-anak sekolah itu tanggung jawab moral dan medis kita semua. Pengawasan harus ketat, bukan sekadar tanda tangan laporan,” tuturnya.

Henry menutup pesannya dengan nada reflektif, penuh yang menggugah nurani:

“Jangan biarkan dapur busuk membusukkan cita-cita bangsa.”

“Anak-anak kita butuh gizi, bukan janji.”

“Laporan boleh indah, tapi piring anak harus sehat.”

“Bangsa besar lahir dari dapur yang bersih.”

“Kesalahan di dapur bisa melahirkan generasi yang lemah.”

“Program boleh megah, tapi pengawasan harus tegah.”

“Jika gizi anak diabaikan, masa depan bangsa ikut basi.”

Dengan nada keras namun penuh kasih terhadap masa depan generasi muda, Henry menegaskan:

“Tujuan Presiden sudah mulia, tapi pelaksanaan di lapangan harus ditongkrongi. Jangan biarkan program suci tercemar oleh dapur yang kotor.” (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini