Dairi, LINI NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Elson Angkat, SS, angkat bicara lantang menanggapi keresahan masyarakat akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang kini kian terasa di wilayah Pakpak Bharat. Didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya, Elson menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar urusan distribusi, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat luas, khususnya kalangan menengah ke bawah.
“Kelangkaan BBM bukan sekadar berita, ini adalah alarm kehidupan bagi masyarakat kecil,” tegas Elson di gedung DPRD Pakpak Bharat, Rabu (3/9/2025).
DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat
Elson mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama aparat terkait segera turun tangan. Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan berlarut, masyarakat akan semakin tertekan karena sebagian besar tidak mampu membeli Pertamax yang lebih mahal.
“Ketika rakyat tidak bisa membeli bahan bakar, maka roda ekonomi ikut macet,” ujarnya.
“Kita jangan menunggu gejolak, tapi harus bergerak sebelum keresahan berubah menjadi kemarahan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa koordinasi dan pengawasan distribusi BBM harus diperketat agar jalur penyaluran tetap tepat sasaran.
Imbauan kepada Masyarakat
Kepada masyarakat Pakpak Bharat, Elson meminta agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying.
“Rakyat jangan sampai terjebak rasa takut yang berlebihan, karena ketakutan adalah bahan bakar kepanikan,” kata Elson.
Komitmen DPRD
Elson bersama anggota DPRD lain, yakni Lukman Padang, Mesra Sinamo, Marihot Munthe, dan Betoni Bancin, berjanji segera melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian untuk mencari jalan keluar.
“DPRD tidak akan berpangku tangan. Kita akan duduk bersama mencari solusi, karena rakyat tidak boleh dibiarkan sendirian menghadapi kesulitan ini,” ungkap Elson.
Masalah Distribusi
Sementara itu, dari hasil penelusuran, kelangkaan BBM jenis Pertalite salah satunya dipicu kekhawatiran masyarakat menjual secara eceran menggunakan jerigen. Mereka takut dianggap menimbun oleh aparat kepolisian. Padahal, satu-satunya Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kecamatan Kerajaan berfungsi sebagai titik distribusi resmi yang melayani wilayah sulit dijangkau.
Ia menambahkan bahwa jika warga membeli BBM di APMS Sukaramai menggunakan jerigen, hal itu seharusnya tidak serta-merta dianggap sebagai penimbunan. Pernyataan ini diamini oleh Ketua DPRD dan para anggota dewan.
EApa Kata Elson Angkat:
“Kelangkaan BBM bukan sekadar berita, ini adalah alarm kehidupan bagi masyarakat kecil.”
“Ketika rakyat tidak bisa membeli bahan bakar, maka roda ekonomi ikut macet.”
“Kita jangan menunggu gejolak, tapi harus bergerak sebelum keresahan berubah menjadi kemarahan.”
“Rakyat jangan sampai terjebak rasa takut yang berlebihan, karena ketakutan adalah bahan bakar kepanikan.”
“DPRD tidak akan berpangku tangan. Kita akan duduk bersama mencari solusi.”
“Rakyat tidak boleh dibiarkan sendirian menghadapi kesulitan ini.”
“Keadilan distribusi energi adalah wajah keberpihakan negara kepada rakyat kecil.”
(Nurlince Hutabarat)




