Ketua DPD KNPI Sumut Aldi Syahputra Siregar Perkuat Sinergi Pemuda dan Pemerintah, Bupati Batu Bara Hadiri Buka Puasa Bersama

0
38

Medan, LINI NEWS – Peran pemuda dalam pembangunan daerah kembali mendapat panggung penting dalam momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, Aldi Syahputra Siregar, tampil menonjol dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumatera Utara di Aula Andaliman, Kota Medan, Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kebersamaan itu turut dihadiri Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si., sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan organisasi kepemudaan dan pembinaan generasi muda di Sumatera Utara.

Berita ini disampaikan pada Rabu, 18 Maret 2026.
Kehadiran sejumlah Tokoh penting dalam acara tersebut mempertegas bahwa KNPI Sumut di bawah kepemimpinan Aldi Syahputra Siregar sedang membangun ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemuda, pemerintah, dan unsur penegak hukum.

Selain Bupati Batu Bara, hadir pula

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr. Harli Siregar, SH, M.Hum.,

Ketua KNPI Kabupaten Batu Bara Mukhrizal Arif, M.Pd.I., perwakilan

Kapolrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar,
serta

Penceramah Ustaz Prof. Dr. M. Syukri Albani, MA.

Bupati Batu Bara hadir tidak sendiri.

Ia didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batu Bara serta

Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batu Bara.

Kehadiran itu menjadi penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Batu Bara memandang organisasi kepemudaan bukan sekadar mitra seremonial, tetapi sebagai elemen strategis dalam pembangunan sosial dan masa depan daerah.

Di tengah suasana Ramadhan yang sarat makna spiritual, Ketua DPD KNPI Sumatera Utara Aldi Syahputra Siregar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Batu Bara dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran kepala daerah di forum kepemudaan bukan hanya bentuk penghormatan kelembagaan, tetapi juga sinyal kuat bahwa pemuda harus ditempatkan sebagai mitra aktif dalam membangun daerah.

“Kehadiran kepala daerah dalam ruang kepemudaan adalah bukti bahwa pemuda tidak boleh dipinggirkan dari arah pembangunan,” tegas Aldi Syahputra Siregar.

Pernyataan itu mencerminkan posisi KNPI Sumut yang ingin terus memperkuat peran generasi muda, bukan hanya sebagai pelengkap acara-acara formal, tetapi sebagai motor sosial yang mampu mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Aldi, KNPI Sumut tampak berupaya membangun citra organisasi yang lebih aktif, lebih terbuka, dan lebih strategis dalam menjembatani aspirasi pemuda dengan kebijakan publik.

Acara buka puasa bersama tersebut juga tidak berhenti pada aspek silaturahmi semata. Kegiatan itu dirangkai dengan penyantunan anak yatim dan tausiyah keagamaan, menjadikan forum tersebut bukan hanya penuh makna sosial, tetapi juga sarat nilai moral dan spiritual.

KNPI Sumut menunjukkan bahwa kepemudaan yang kuat bukan sekadar soal organisasi, melainkan soal kepekaan sosial dan tanggung jawab kemanusiaan.

“Pemuda yang besar bukan hanya pemuda yang lantang berbicara, tetapi pemuda yang hadir membawa manfaat,” ujar Aldi.

Nuansa itulah yang terasa kuat dalam kegiatan di Aula Andaliman.

Kebersamaan antara pemimpin daerah, tokoh pemuda, aparat penegak hukum, dan unsur masyarakat menjadi gambaran bahwa masa depan daerah tidak dapat dibangun secara parsial.

Dibutuhkan sinergi, kepercayaan, dan ruang kolaborasi yang hidup agar generasi muda benar-benar diberi tempat dalam proses pembangunan.

Kehadiran Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian dalam kegiatan KNPI Sumut juga dapat dibaca sebagai langkah politik sosial yang cerdas.

Sebab, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan merupakan fondasi penting untuk menjaga energi positif generasi muda.

Pemuda yang dirangkul akan tumbuh sebagai kekuatan pembangunan.

Sebaliknya, pemuda yang diabaikan dapat kehilangan arah dan ruang aktualisasi.

“Organisasi kepemudaan tidak boleh hanya ramai dalam spanduk, tetapi harus hidup dalam gagasan, gerakan, dan pengabdian,” tutur Aldi Syahputra Siregar.

Pesan itu terasa relevan di tengah kebutuhan daerah akan generasi muda yang tak hanya kritis, tetapi juga solutif.

KNPI Sumut, melalui kegiatan ini, seolah ingin menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, melainkan momentum memperkuat jaringan silaturahmi, memperdalam solidaritas, dan membangun komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara.

Penyantunan anak yatim dalam acara ini juga menghadirkan pesan yang dalam.

Bahwa organisasi pemuda tidak semestinya hanya bicara agenda besar, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh dari tindakan sederhana namun bermakna.

Di titik ini, KNPI Sumut berusaha memperlihatkan wajah organisasi yang tidak berjarak dari masyarakat.

“Kepemudaan yang kehilangan empati akan kehilangan ruh perjuangannya,” ungkap Aldi.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Ustaz Prof. Dr. M. Syukri Albani, MA memperkuat dimensi rohani dalam kegiatan tersebut.

Ramadhan dijadikan ruang refleksi bersama bahwa kepemimpinan, pengabdian, dan peran sosial harus dibangun di atas nilai keikhlasan, persaudaraan, dan tanggung jawab moral.

Dengan menghadirkan berbagai unsur penting dalam satu forum, KNPI Sumut di bawah kepemimpinan Aldi Syahputra Siregar menunjukkan kemampuannya merawat komunikasi lintas sektor.

Ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah dan saluran aspirasi generasi muda di Sumatera Utara.

“Sinergi antara pemuda dan pemerintah bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan masa depan,” tegas Aldi.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pesan terbuka bahwa pemuda Sumatera Utara tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Mereka harus tampil sebagai subjek, pelaksana, penggerak, bahkan penjaga arah perubahan sosial. Dalam konteks itulah, KNPI Sumut sedang berupaya menegaskan perannya:

Menjadi rumah besar pemuda yang tidak hanya berkumpul, tetapi juga bergerak.

Kehadiran Bupati Batu Bara dalam acara ini pun memperkuat optimisme bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan organisasi pemuda dapat terus ditumbuhkan.

Ketika pemerintah mau membuka ruang, dan pemuda siap mengisinya dengan gagasan serta aksi, maka pembangunan daerah akan memiliki tenaga baru yang lebih segar dan progresif.

“Ramadhan mengajarkan bahwa kebersamaan yang tulus akan melahirkan kekuatan yang utuh,” pungkas Aldi Syahputra Siregar.

Melalui momentum buka puasa bersama ini, KNPI Sumut tidak hanya merawat tradisi silaturahmi, tetapi juga menegaskan peran strategisnya dalam membangun masa depan daerah.

Di bawah sorotan kepemimpinan Ketua DPD KNPI Sumatera Utara Aldi Syahputra Siregar, acara ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan Ramadhan.

Ia menjelma menjadi panggung sinergi, kepedulian, dan penegasan bahwa pemuda harus terus diberi ruang untuk berdampak nyata bagi Sumatera Utara.

Kehadiran kepala daerah dalam ruang kepemudaan adalah bukti bahwa pemuda tidak boleh dipinggirkan dari arah pembangunan.

Pemuda yang besar bukan hanya pemuda yang lantang berbicara, tetapi pemuda yang hadir membawa manfaat.

Organisasi kepemudaan tidak boleh hanya ramai dalam spanduk, tetapi harus hidup dalam gagasan, gerakan, dan pengabdian.

Kepemudaan yang kehilangan empati akan kehilangan ruh perjuangannya.

Sinergi antara pemuda dan pemerintah bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan masa depan.

Ramadhan mengajarkan bahwa kebersamaan yang tulus akan melahirkan kekuatan yang utuh.

Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus tampil sebagai penggerak perubahan.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini