Kepala Rutan Kelas I Medan Monitoring Area Masjid, Sekaligus Sholat Tarawih Bersama Warga Binaan

0
71

Medan, LINI NEWS – Kepala Rutan Kelas I Medan melaksanakan monitoring langsung ke area masjid di lingkungan rutan sekaligus menunaikan sholat tarawih bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu malam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan, pembinaan keagamaan, serta komitmen menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan kondusif di dalam rutan.

Monitoring dilakukan menyeluruh, mulai dari kebersihan area masjid, kesiapan petugas pengamanan, hingga kelayakan fasilitas ibadah seperti pengeras suara, tempat wudhu, dan penerangan.

Pastikan Keamanan dan Kekhusyukan Ibadah
Kepala Rutan menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan.

Karena itu, seluruh fasilitas ibadah harus dipastikan dalam kondisi baik agar pelaksanaan sholat tarawih berlangsung khusyuk dan tertib.

“Pembinaan terbaik dimulai dari sentuhan hati dan keteladanan pemimpin.”

Ia juga berinteraksi langsung dengan warga binaan, menyampaikan pesan agar Ramadhan dijadikan kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat komitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Di balik tembok pembatas, harapan untuk berubah tetap menyala.”

Sholat Tarawih sebagai Wujud Kedekatan

Usai monitoring, Kepala Rutan bersama jajaran pejabat struktural dan petugas pengamanan melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah dengan warga binaan.

Kebersamaan ini menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran pimpinan dalam setiap dinamika pembinaan.

“Pemimpin yang hadir di tengah umatnya menanamkan kepercayaan yang tak ternilai.”

“Ibadah berjamaah menyatukan hati, menghapus sekat, dan menumbuhkan empati.”

Ramadhan sebagai Momentum Pembinaan

Program pembinaan keagamaan di Rutan Kelas I Medan selama Ramadhan meliputi tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, hingga penguatan karakter spiritual.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Kepala Rutan menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan fondasi penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Kesempatan kedua lahir dari kesadaran yang tumbuh dalam keheningan doa.”

Komitmen Pengawasan dan Pelayanan
Selain memastikan kekhusyukan ibadah, monitoring ini juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Petugas diminta tetap siaga tanpa mengurangi suasana religius yang sedang berlangsung.

“Keamanan yang baik adalah penjaga sunyi bagi ibadah yang khusyuk.”

“Ramadhan mengajarkan bahwa perubahan sejati dimulai dari hati yang tunduk dan jiwa yang bersih.”

Dengan monitoring langsung dan pelaksanaan sholat tarawih bersama warga binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembinaan yang humanis namun tetap tegas dalam pengawasan.

Ramadhan di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya. Justru di sanalah, cahaya perubahan dapat tumbuh pelan, namun pasti.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini