Medan, LINI NEWS – Denyut kehidupan Kota Medan kembali menemukan optimismenya. Dalam sepekan menjabat, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak langsung menunjukkan langkah nyata untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di kota ini.
Hasilnya, 61 kasus kejahatan berhasil diungkap dan 87 tersangka diamankan — sebuah capaian luar biasa yang membawa harapan baru bagi warga Medan.
Kinerja cepat tersebut tak hanya mendapat perhatian publik, tetapi juga apresiasi khusus dari Menteri Koordinator Pergerakan BEM Universitas Sumatera Utara (BEM USU), Akhmad Bukhori Pane, yang menilai sinergi Kapolres Jean Calvijn dan Wali Kota Medan, Rico Tri Bayu Waas, sebagai model kepemimpinan kolaboratif yang berjiwa rakyat dan berlandaskan nilai iman.
“Kinerja Polrestabes Medan dalam waktu singkat ini menunjukkan komitmen yang tulus terhadap keamanan publik.
Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata hadirnya kepemimpinan yang melindungi dan mengayomi,” ujar Bukhori dengan penuh penghargaan, Sabtu (18/10/2025).
Dua Pemimpin, Satu Tujuan: Medan untuk Semua
Menurut Bukhori, kolaborasi antara Kapolrestabes Medan dan Wali Kota Rico Waas mencerminkan semangat pelayanan yang berimbang antara ketegasan hukum dan kelembutan kemanusiaan.
Keduanya dianggap mewakili dua sisi penting dari kepemimpinan modern: tindakan yang cepat dan hati yang tulus.
“Medan butuh pemimpin yang tak hanya memimpin dengan aturan, tapi juga dengan hati.
Kapolres Jean Calvijn dan Wali Kota Rico Waas menunjukkan hal itu — bahwa keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan bersama dalam bingkai iman dan taqwa,” tutur Bukhori.
Ia menegaskan, keamanan kota tidak hanya soal patroli, tetapi juga soal nilai. Nilai iman, kasih, dan kepedulian sosial adalah fondasi untuk membangun Medan yang aman dan manusiawi.
Kota Aman, Kota Beriman
Dalam pandangan BEM USU, Medan bukan sekadar ruang fisik, tapi ruang moral.
Setiap tindakan aparat dan kebijakan pemerintah harus dilandasi oleh doa, usaha, iman, dan taqwa, karena keamanan sejati lahir dari keseimbangan antara kerja keras dan keberkahan.
“Kota ini akan tumbuh damai bila setiap warganya menjadikan ketertiban sebagai bentuk ibadah sosial.
Kami percaya, dari doa dan tindakan yang tulus, lahir Medan yang teduh dan beriman,” ujar Bukhori.
HARAPAN UNTUK KOTA MEDAN
“Kekuatan hukum tanpa cinta hanyalah ketakutan, tapi cinta tanpa hukum hanyalah kelemahan.”
“Doa menuntun langkah, usaha membentuk hasil, iman menjaga arah.”
“Kota aman bukan karena banyak aparat, tapi karena banyak hati yang beriman.”
“Pemimpin sejati tidak hanya menertibkan jalan, tapi juga menenangkan jiwa.”
“Setiap tindakan aparat adalah amanah, bukan kekuasaan.”
“Medan akan damai bila keadilan berjalan beriringan dengan kasih.”
“Kota yang besar bukan diukur dari megahnya gedung, tapi dari kuatnya nilai iman di dada pemimpinnya.”
Pesan Moral: Kolaborasi Iman dan Kepemimpinan
Akhmad Bukhori Pane menegaskan bahwa BEM USU siap menjadi mitra moral dan intelektual bagi pemerintah dan kepolisian dalam menjaga keseimbangan sosial di Medan.
Menurutnya, pemerintahan yang amanah dan aparat yang presisi akan melahirkan kota yang damai, beriman, dan membahagiakan bagi semua warganya.
“Medan untuk Semua bukan sekadar slogan. Ia adalah doa yang hidup, yang harus dijaga dengan iman, diperjuangkan dengan cinta, dan diwujudkan lewat tindakan nyata,” pungkasnya.
Kini, di tengah semangat baru yang tumbuh di Kota Medan, sinergi antara Kapolrestabes Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dan Wali Kota Rico Tri Bayu Waas menjadi simbol baru kepemimpinan yang menyejukkan.
Dari langkah tegas dan hati beriman mereka, Medan mulai menata dirinya sebagai kota doa, kota kerja, dan kota harapan untuk semua.
(Salomo Simorangkir)




