Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak Tinjau Rumah Hakim Khamozaro Waruwu: Tegakkan Kebenaran, Amankan Kehormatan Hukum

0
34

Medan, LINI NEWS – Dalam suasana yang sarat perhatian publik, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak turun langsung ke lapangan meninjau rumah Hakim Khamozaro Waruwu di Perumahan Taman Harapan Indah, Medan Sunggal, yang sebelumnya hangus terbakar pada Senin, 4 November 2025 lalu, hal ini disampaikan kepada media ini Kamis, ( 13/11/2025)

Kunjungan itu dilakukan menjelang kedatangan Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) sekaligus Hakim Agung Kamar Pidana, Yanto, yang dijadwalkan bertolak ke Medan untuk memberikan bantuan kepada Khamozaro.

Sekitar Pukul 11.50 WIB, iring-iringan mobil dinas Kapolrestabes Medan memasuki kompleks perumahan. Kombes Calvijn Simanjuntak, dikenal sebagai sosok perwira dengan gaya kerja cepat dan terukur, turun langsung dari mobil, meninjau kondisi rumah, dan memberikan arahan singkat kepada personelnya yang sudah bersiaga di lokasi.

“Kita tidak hanya menjaga tempat ini. Kita menjaga makna hukum, kita menjaga marwah keadilan,” ujar Calvijn tegas kepada Anggota di lapangan. Selasa, 11 November 2025 yang lalu.

Koordinasi Lapangan dan Kesiagaan Penuh

Pantauan di lokasi menunjukkan tujuh personel Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal berpakaian preman telah berjaga di sekitar rumah Khamozaro Waruwu sejak pagi. Kehadiran mereka untuk memastikan situasi aman dan kondusif sebelum rencana kedatangan pejabat Mahkamah Agung.

Beberapa personel sempat mendekati jurnalis yang meliput di lokasi, memastikan identitas dan alasan kehadiran mereka.

Usai memberikan instruksi singkat, Kombes Calvijn kembali meninggalkan lokasi sekitar Pukul 12.10 WIB, setelah memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan sesuai standar operasi lapangan.

Kehadiran Hakim dan Pembatalan Kunjungan MA

Sekitar 15 menit setelah kepergian Kapolrestabes, mobil Toyota Avanza hitam yang dikendarai langsung oleh Hakim Khamozaro Waruwu tampak memasuki kompleks. Hakim yang dikenal berintegritas dan tegas dalam mengungkap perkara korupsi di Dinas PUPR Sumut — termasuk yang menyeret nama Topan Obaja Ginting, anak buah Gubernur Bobby Nasution — itu terlihat berhenti sejenak.

Namun, tanpa turun dari mobil, Hakim Khamozaro memutuskan berbalik arah, meninggalkan kompleks. Beberapa awak media sempat berusaha mendekat, namun hakim tersebut enggan memberikan komentar.

Sementara itu, Hakim Agung Yanto selaku Juru Bicara MA membenarkan bahwa pihaknya datang ke Medan dalam rangka menyerahkan bantuan kepada Khamozaro Waruwu sebagai bagian dari program Mahkamah Agung Peduli.

“Benar, kami menyerahkan bantuan berupa uang di Kantor Pengadilan Negeri Medan. Kunjungan ke rumah kami batalkan,” kata Yanto singkat, tanpa menjelaskan alasan pembatalan kunjungan lapangan tersebut.

Pesan Tegas Kapolrestabes Medan: “Kami Berdiri di Tengah Hukum dan Kemanusiaan”

Pasca peninjauan, Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepolisian dalam memastikan keamanan setiap penegak hukum yang tengah menghadapi tekanan sosial.

“Polri berdiri bukan di sisi kekuasaan atau kepentingan. Kami berdiri di tengah: di sisi hukum dan kemanusiaan,” tegas Calvijn dengan nada serius.

Kombes Calvijn juga menegaskan, bahwa setiap bentuk ancaman terhadap aparat penegak hukum — termasuk hakim — adalah ancaman terhadap sistem keadilan itu sendiri. Ia meminta seluruh personel tetap waspada dan profesional dalam menjalankan tugas pengamanan.

Kombes Jean Calvijn Simanjuntak:

“Keadilan tak boleh terbakar, sekalipun rumah seorang hakim hangus dilalap api.”

“Kami tidak datang membawa senjata, kami datang membawa tanggung jawab.”

“Setiap abu yang tersisa di tempat ini adalah saksi bahwa hukum sedang diuji.”

“Tugas polisi bukan hanya menegakkan aturan, tapi menjaga nurani negara.”

“Keadilan harus dijaga, bahkan ketika kebenaran terasa sunyi.”

“Kami bukan pelindung nama, kami pelindung nilai.”

“Api boleh memusnahkan bangunan, tapi tak boleh memadamkan keberanian.”

“Setiap langkah di lokasi kebakaran ini adalah langkah melindungi kehormatan pengadilan.”

“Ketika hukum diserang, maka diam adalah bentuk pengkhianatan.”

“Polisi harus hadir bukan hanya saat gaduh, tapi juga ketika keheningan menuntut keadilan.”

Refleksi Sinergi Hukum dan Keamanan

Peristiwa kebakaran rumah Hakim Khamozaro Waruwu kini bukan hanya menjadi isu hukum, tapi juga simbol kerentanan penegak keadilan di tengah tekanan sosial dan politik. Dengan turunnya Kombes Calvijn Simanjuntak ke lapangan, Polrestabes Medan menegaskan sikapnya: tidak ada ruang bagi intimidasi, dan tidak ada toleransi bagi ancaman terhadap aparat penegak hukum.

Di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan yang tegas dan berprinsip, pesan moralnya bergema kuat:
“Keadilan boleh diuji, tapi tidak boleh ditaklukkan.” imbuhnya.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini