Simalungun , LINI NEWS – Menjalin Persaudaraan, Menebar Doa, dan Menyalakan Api Kebangsaan di Tanah Habonaron Do Bona.
Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M. memimpin langsung kegiatan Safari Kebangsaan Polda Sumatera Utara bertajuk “Doa Polri untuk Negeri, Polri untuk Masyarakat”, yang digelar di Aula Kantor MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa (11/11/2025).
Acara ini menjadi simbol sinergi antara Polri dan masyarakat, sekaligus momentum memperkokoh semangat cinta tanah air, toleransi, dan persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

Hadir untuk Masyarakat, Bekerja dengan Hati
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun dan dihadiri Tim Safari Kebangsaan Polda Sumatera Utara yang terdiri atas AKBP Hartono, S.H., M.H., KH. Akhmad Khambali, S.E., M.M., dan Kyai Muhtarom, S.Ag., bersama jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, mahasiswa, komunitas ojek online, ibu-ibu pengajian, dan anak-anak yatim piatu dari Yayasan Islamic Center Simalungun.
Lebih dari 350 peserta hadir, menciptakan suasana hangat dan sarat makna.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rudi Hartono, S.Sos.I., M.Pem.I. dan sari tilawah oleh Nazwa Anindita, yang menghadirkan kesejukan spiritual di tengah semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang menegaskan bahwa Safari Kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan hati antara Polri dan rakyat.
“Safari Kebangsaan ini menjadi ruang batin bagi kita semua untuk berdoa bagi negeri, mempererat silaturahmi, dan menyalakan kembali semangat persatuan di tengah keberagaman. Polri hadir bukan sekadar penegak hukum, tapi juga sahabat dan pelindung rakyat,” ungkap Kapolres.

Doa, Kepedulian, dan Cinta Tanah Air
Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan pembagian paket sembako kepada kaum duafa, komunitas ojek online, serta masyarakat sekitar.
Tindakan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Polri yang tak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga menghadirkan kasih dan rasa kemanusiaan di tengah rakyat.
“Tugas tanpa cinta hanyalah rutinitas. Tapi tugas yang disertai kepedulian adalah ibadah,” tutur Kapolres Marganda — (Mutiara Kata 1).
Tausiah Kebangsaan: Menyalakan Lentera Persatuan
Suasana semakin khidmat saat KH. Akhmad Khambali, S.E., M.M. menyampaikan tausiah kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, meneladani keikhlasan para pejuang, dan menghindari benih perpecahan.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan negeri yang dipimpin oleh Kyai Muhtarom, S.Ag., dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan makan siang sebagai simbol keakraban lintas lapisan masyarakat.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kakan Kemenag Kabupaten Simalungun Dr. H. Bahrum Saleh, M.A., Ketua MUI Ki Darjat Purba, S.H., M.A., Ketua FKUB H. Muhammad Nurdin Panjaitan, Ketua KBPPP Ir. Sofiar S.Pd., Ketua PAMK Polres Simalungun Ranting Raya Zulkifli Harahap, serta para pejabat utama Polres Simalungun.
Kapolres Simalungun:
“Tugas tanpa cinta hanyalah rutinitas. Tapi tugas yang disertai kepedulian adalah ibadah.”
“Doa adalah senjata moral bangsa; darinya lahir kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengabdi.”
“Polri bukan sekadar penjaga hukum, tapi penjaga harapan masyarakat.”
“Kebangsaan tumbuh dari hati yang mau mendengar, bukan dari suara yang ingin menang sendiri.”
“Dalam keberagaman, kita menemukan makna sejati persaudaraan.”
“Kepedulian adalah bentuk tertinggi dari cinta tanah air.”
“Ketika Polri dan rakyat bersatu dalam doa, maka bangsa ini akan kokoh berdiri dalam keberkahan.”

Harmoni yang Menguatkan Bangsa
Kegiatan Safari Kebangsaan Polres Simalungun berjalan lancar, aman, dan penuh rasa kekeluargaan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, acara ini menjadi manifestasi komitmen Kapolres Simalungun dalam meneguhkan nilai-nilai doa, persaudaraan, dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kami berdoa agar negeri ini senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan seluruh anak bangsa mampu menjaga persaudaraan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika,” tutup AKBP Marganda Aritonang dengan penuh harap dan keyakinan.
(Nurlince Hutabarat)




